[FREELANCE] Chassing My First Love (8th Chapter)

freelancer poster

Title : Chasing My First Love

Author/twitter : Naisy

Cast :

Han Ji Hyun (@asmeenaisy)

Dong Young Bae, a.k.a Tae Yang

Kwon Ji Yong, a.k.a G-Dragon

Choi Seung Hyun, a.k.a TOP

Han Chae Ra (@raniazahraVIP)

Kang Dong Kyo (@sabrinanura)

Kang Dae sung

Kang Dong Joon (@annisarchs)

Lee Seung Hyun

Mr dan Mrs Han (orang tua Ji Hyun)

Girlband 2NE1

Peran pendukung lainnya

Genre : Romance
Rating : PG-13
Length : Chaptered
Disclaimer : Sebetulnya fanfic ini kubuat pada akhir 2009 hingga 2010, sekitar empat tahun yang lalu.

Chapter Sebelumnya : Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7

 


 

 

CHASING MY FIRST LOVE CHAPTER 8

 

BRAKK! Tae Yang membuka pintu apartemen Bigbang dengan kasar. Ketika dia masuk ke tempat tinggalnya itu, dia langsung mencari-cari keberadaan leadernya, G-Dragon. Untunglah dia langsung menemukan keberadaan Hyungnya itu di ruang keluarga.

G-Dragon sedang menonton siaran sepak bola MU vs INTERMILAN bersama TOP. Mereka memang penggila sepak bola, khususnya tim Manchester United. Mereka berdua sesekali berteriak, “FIGHT! FIGHT!” dengan wajah tegang ketika bola nyaris masuk ke dalam gawang.

“Ah~ yeah… masuk masuk… FIGHT!! Sedikit lagi… dan……” seru G-Dragon sembari mengepalkan lengan, tapi perkataannya itu terhenti karena Tae Yang tiba-tiba berdiri di hadapannya, sehingga pandangannya itu terhalang.

“Apaan sih kau? Sebentar lagi mau… tuh kan…. GOOOL!” G-Dragon berbicara lagi. Kali ini dia menjerit melihat Rooney, pemain kesukaannya mencetak angka. “Minggir, Taeyang! Lagi asyik nih…. kau kenap…”

SRET, Tae Yang meraih kerah baju G-Dragon dengan kasar. Napasnya memburu, dan matanya melotot. TOP yang tidak tahu apa-apa mengenai masalah kedua dongsaengnya itu hanya bisa mangap-mangap dan menelan ludah.

“Hyung, kau,” bisik TaeYang. Namun, bisikan kecil itu disusul dengan teriakan keras yang sangat mengagetkan G-Dragon.

“JANGAN COBA-COBA MENCAMPURI URUSAN PRIBADIKU!”

BUKK, Tae Yang menurunkan G-Dragon hingga menduduki kursinya lagi, kemudian pria itu masuk ke dalam kamarnya. Entah apa yang dilakukannya setelah itu.

KRIIING… KRIIING….

Di saat yang genting antara G-Dragon dengan TaeYang, ponsel TOP berbunyi, tanda telepon masuk.

“Yobasseo, Dara-noona!” kata TOP kepada orang yang meneleponnya. “Ne… besok, kita liburan bersama di puncak, bermain skateboard, bikin patung salju…. wah.. itu sangat menyenangkan!”

Klik, telepon ditutup.

“Siapa?” tanya G-Dragon.

“Sandara noona,” jawab TOP. “Dia mengajak Bigbang untuk liburan bersama 2NE1 di puncak. Katanya, kita boleh membawa pacar atau teman kita, lho! Hmm… kau bisa ajak pacarmu yang kemarin menginap di sini itu, dong?”

Wajah G-Dragon merah padam, kemudian dia angkat bicara, “Mwo? Anio… dia bukan pacarku!”

 


 

“Aku tidak mengenalmu.”

Kata-kata itu masih terngiang di telinga Ji Hyun. Itu adalah kata-kata yang diucapkan oleh sunbaenya di kantor YG kemarin. Sungguh, dia tak menyangka kalau sunbaenya itu tidak mengakui keberadaannya. Padahal, Ji Hyun sangat yakin kalo Tae Yang itu benar-benar sunbaenya. G-Dragon saja percaya, tapi mengapa Tae Yang, orang itu sendiri, tidak?

“Pelayan!” kata seorang ibu-ibu berpakaian kantoran yang duduk di kursi yang paling tengah. “Aku pesa donat isi blueberry dan vanilla coffee-nya satu dong!”

“Nae, tunggu sebentar, ya…” kata Ji Hyun sembari pergi ke ruangan tempat menyimpan makanan. Setibanya di sana, dia langsung mengambil pesanan sang pelanggan.

BLUK, donat yang dia ambil terjatuh ke lantai. Dia tidak konsentrasi ketika mengambilnya. Tentu saja karena di pikirannya ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang sungguh membuat hatinya galau.

“Ji Hyun-ah, kau tidak apa-apa?” tanya seseorang yang masuk ke ruang makanan. “Sepertinya kau kelelahan, biar Dong Joon saja yang mengantarkan makanan, ya… DONGJOON-AH!”

“Ah, Seung Hyun-Oppa… aku tidak apa-apa, kok!” sanggah Ji Hyun sembari memungut donat yang dijatuhkannya. Sialnya, donat itu sudah remuk dan tak dikenali bentuknya.

“Wae geurae, Oppa?” tanya Dong Joon yang tiba-tiba masuk ke ruang makanan, tentu saja karena mendengar pacarnya memanggil namanya.

Seung Hyun menyuruh Dong Joon mengantarkan pesanan kepada pelanggan, dan cewek itu menurut. Dia langsung mengambil sebuah donat blueberry serta vanilla coffee, kemudian beranjak keluar ruangan. Seung Hyun menyusul kepergian Dong Joon, tentu saja untuk kembali ke meja kerjanya. Dia kan seorang manajer.

KRIIING… KRIIING… ponsel Ji Hyun berbunyi, menimbulkan suara di antara kesendiriannya di ruang makanan. Melihat nama yang tertera di layar ponsel, sebetulnya dia sangat enggan untuk mengangkatnya. Tapi dia takut akan dikira tidak sopan, dan itu akan membuat hatinya merasa tidak enak.

“Ada apa, Ji Yong-Oppa?” tanya Ji Hyun kepada orang yang meneleponnya, G-Dragon.

“Mianhae,” ucap G-Dragon lirih, sekaligus membuat Ji Hyun ingat akan kejadian kemarin sore. “Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kalian berdua—kau dan TaeYang—tapi… mianhaeyo.. kumohon maafkan aku!”

“Gwaechanna, Oppa. Sebetulnya usahamu itu sangat mulia, tapi,” kata Ji Hyun lagi sembari menahan kekesalannya. “Ah, sudahlah. Aku sudah melupakan semuanya, kok..”

“Jeongmal? Syukurlah.”

“Sudah? Hanya itu saja yang akan Oppa bicarakan denganku?”

“EIT, tunggu, tunggu, jangan tutup teleponnya! Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.”

“Ke mana?”

“Puncak. Kau pasti suka. Karena aku diundang oleh para Noona dari 2NE1, jadi kau pergi ke sana sebagai pasanganku, oke?”

“P-p-pasangan? 2NE1 itu… apa? Apa itu nama sebuah perusahaan?”

“AHAHAHA! Kau ini… 2NE1 itu adalah Girlband yang satu manajemen dengan Bigbang, masa kau tidak tahu, sih? Jadi, mereka mengundang kami para Bigbang ke acara liburan mereka! Ya sudah deh… pokoknya, besok kujemput kau di kosan, oke?”

“O-o-o-oke,” jawab Ji Hyun, sekaligus menutup pembicaraannya dengan G-Dragon di telepon.

Hmm… liburan? Bagus juga jika Ji Hyun bisa liburan dengan orang sekeren G-Dragon. Setidaknya, dengan menyetujui ajakan G-Dragon untuk pergi berlibur, dia bisa merasakan hal baru yang tak pernah dirasakannya di Namwon. Dengan begitu, dia bisa lebih mengenal seluk beluk kota Seoul.

Tapi… tunggu dulu! Tadi G-Dragon bilang… Jadi, mereka itu mengundang kami para Bigbang ke acara liburan mereka. Kami? Apa yang dia maksud ‘kami’ itu adalah seluruh member Bigbang? Itu berarti, Ji Hyun harus bertemu dengan Sunbae lagi? Harus bertemu dengan orang itu lagi?

“Ji Hyun, apa yang kau lakukan? Ayo cepat keluar, banyak pelanggan yang harus dilayani!” ucap seorang pelayan cowok, entah siapa, karena Ji Hyun lupa dengan namanya.

“Nae,” jawab Ji Hyun.

 


 

Cklek, Ji Hyun menutup pintu masuk kosan begitu dia keluar dari dalamnya. Dia berjalan mengendap-endap sambil membawa ransel berisi pakaian. Dia berbuat demikian bukan karena kepergiannya tak ingin diketahui siapapun, tapi karena dia tak mau Hyun Ja dan Sang Geon mencium gerak-geriknya yang hendak berlibur bersama Bigbang. Ji Hyun sudah minta izin kepada Dong Joon mengenai kepergiannya ini. Dia pikir, Dong Joon bisa langsung memberitahukan kepada pacarnya yang merupakan pemilik kosan, kalo Ji Hyun pergi beberapa hari untuk liburan.

Ji Hyun masuk ke dalam mobil mewah yang sudah terparkir di depan kosan. Di dalamnya terlihat G-Dragon yang melambaikan tangan dengan wajah riang, seakan berkata, “Hai…”

Ji Hyun masuk ke dalam mobil itu, kemudian mobil itu melaju kencang ke tempat yang tak Ji Hyun ketahui. Yeah… tentu saja karena dia tidak hapal tempat-tempat di Seoul, bukan?

Sekitar sejam kemudian, mobil mewah itu berhenti di sebuah tempat parkir yang gelap dan sepi. Sama seperti suasana antara G-Dragon dan Ji Hyun saat itu, sepi sekali karena tidak saling bertegur sapa. Ji Hyun merasa tidak enak kepada G-Dragon. Seharusnya dia berterimakasih karena cowok itu sudah berusaha mempertemukan dia dengan cinta pertamanya, meskipun gagal. Sebaliknya, G-Dragon malah segan kepada Ji Hyun karena kemarin sudah berusaha mempertemukan gadis itu dengan partner kerjanya, Tae Yang.

Ji Hyun keluar dari mobil dengan kesulitan, karena dia membawa tas yang amat berat. Melihat keadaan Ji Hyun, G-Dragon merasa kasihan, kemudian cowok itu membawakan ransel Ji Hyun sambil menuntun cewek itu menuju ke tempat penginapan mereka.

Sepanjang jalan, Ji Hyun tak henti memuji keadaan alam di sana, di puncak. Banyak sekali pohon cemara, lampu hias, serta boneka-boneka salju yang menghiasi sepanjang jalan. Karena hari masih pagi, jadi salju belum turun. Oleh karena itu, banyak sekali orang-orang yang bermain di tumpukkan salju untuk bermain skeatboard.

“Ini dia tempat menginap kita, dan kamarmu di nomor 11,” kata G-Dragon sesampainya mereka di sebuah vila kecil yang dibangun dari bahan kayu. “Simpan dulu barang-barangmu, kemudian kita pergi ke atas gunung,” sambungnya.

“Nae,” ujar Ji Hyun. “Tapi para personel Bigbang dan 2NE1 dimana?”

“Mereka sudah ada di sana bermain skateboard… ayo cepat kita menyusul!”

Yakk! Ji Hyun senang sekali, karena hari ini adalah kali pertama dia merasakan bagaimana asyiknya bermain skateboard. Tapi… ada Sunbae di sana…. jadi, Ji Hyun tak yakin apakah dia akan benar-benar merasa senang atau tidak.

“Ayo,” ajak G-Dragon setelah Ji Hyun selesai menyimpan barang-barangnya.

Saking senangnya, Ji Hyun sampai terus tersenyum sambil merangkul lengan G-Dragon. Lengan lelaki itu benar-benar dipegangnya dengan erat, sampai-sampai G-Dragon jadi sesak dibuatnya. Tentu saja yang sesak itu bukan napasnya, melainkan suasana hatinya.

DEG.

 


 

Puncak sangat menyenangkan! Yeah, setidaknya kesenangan ini dapat membuat G-Dragon kabur sejenak dari padatnya jadwal manggung dan wawancara di radio. Apalagi yang kini berhadapan dengannya adalah gadis yang benar-benar bisa membuatnya merasa bahagia sebagai seorang dongseng. Dongseng? Oh yeah?

“Oppa, ini sangat menyenangkan!” sahut gadis yang bernama Ji Hyun itu. “Tapi… aku sangat sering terjatuh. Aku kan tidak bisa bermain skateboard!”

“Sini, genggam tanganku,” kata G-Dragon ramah.

Tangan G-Dragon meraih tangan Ji Hyun, kemudian memegangnya dengan erat. Dia berjalan maju mundur di atas tumpukkan salju agar Ji Hyun dapat melaju juga. Ji Hyun tak henti tersenyum dan berteriak bahagia, apalagi ketika G-Dragon membawanya berputar-putar sembari menatap ke langit. Hmm… suasana seperti ini seakan membawa G-Dragon melayang ke angkasa.

BUKK! Sebuah suara mengagetkan Ji Hyun, G-Dragon, serta personel Bigbang dan 2NE1 lainnya yang saat itu sedang asyik menikmati dinginnya salju. Rupanya, Sandara Park—salah satu personel 2NE1—terjatuh dari sepatu skatenya, sehingga kakinya terluka.

“Hei Noona, gwaechanna?” tanya Tae Yang yang kebetulan saat itu posisinya dekat dengan Sandara.

Tae Yang meraih lengan Sandara dengan lembut, kemudian menggendong gadis itu ke pundaknya. Ji Hyun yang kaget melihat kejadian itu, langsung melepaskan tangannya dari tangan G-Dragon, kemudian memalingkan wajah. G-Dragon yang mengetahui isi hati Ji Hyun, langsung berdiri di hadapan gadis itu, kemudian menutup matanya. Beberapa menit kemudian, TaeYang dan Sandara menghilang dari pandangan Ji Hyun. Yup… sepertinya mereka pergi ke penginapan.

“Aku mau ke toilet,” kata Ji Hyun.

G-Dragon langsung melepaskan lengannya dari wajah Ji Hyun, kemudian melepas gadis itu pergi dengan langkah yang tertatih-tatih. Huhh… sulit sekali berjalan sembari mengenakan sepatu skateboard!

 


 

Brrr… dingin sekali berjalan hanya dengan kaus kaki saja. Tentu saja, karena sepanjang Ji Hyun berjalan, kakinya menapak ke tumpukan salju putih. Yah.. tapi mau bagaimana lagi? Kalau tidak begitu, dia akan terus kesulitan berjalan karena harus menyeret papan panjang yang bernama skateboard itu.

Sesampainya Ji Hyun di penginapan, dia langsung menyandarkan skateboardnya di dinding yang terbuat dari kayu. Di sana, tepatnya di teras penginapan, dia mengintip ke dalam. Uhh.. tapi untuk apa? Tentu saja untuk melihat apa yang Tae Yang-sunbae dan Sandara lakukan. Eit.. tapi di dalam sana hanya ada Sandara, lantas Sunbae dimana?

SRET, seseorang menyeret lengan Ji Hyun cepat-cepat, kemudian membawa gadis itu jauh dari penginapan. Setelah tiba di sebuah tempat yang sepi, yang dikelilingi pohon cemara, barulah orang itu melepaskan cengkeraman tangannya. Hahh… alangkah kagetnya Ji Hyun ketika membalikkan badan untuk melihat wajah orang itu.

“S-s-s-sunbae?” tanya Ji Hyun. Yup, orang yang menyeretnya jauh itu adalah TaeYang.

“Sebenarnya apa sih tujuanmu mengikuti acara ini?” tanya Tae Yang tanpa basa-basi.

“A-a-aku… aku diundang Ji Yong-Oppa…” kata Ji Hyun lagi. Bibirnya masih bergetar.

Sesaat suasana hening. Tae Yang mendiamkan Ji Hyun sambil memalingkan wajah, sementara gadis itu menatap Sunbae-nya penuh harap. Dilihat dari raut wajahnya, sudah pasti lelaki itu adalah orang yang sama dengan lelaki yang pernah bersahabat dengannya lima tahun lalu. Tapi… kenapa kemarin dia berkata kalau dia tak mengenal Ji Hyun?

Ketika menatap Tae Yang, tak sengaja mata Ji Hyun menangkap sesuatu. Ada seutas tali yang melingkar di leher Tae Yang, dan dia yakin benda itu adalah kalung. Ji Hyun menarik kalung itu dari leher Tae Yang. Tentu saja Tae Yang marah karena dia merasa kalau cewek itu tidak sopan, maka dia mencoba untuk merebut kalung itu kembali, tapi terlambat! Ji Hyun keburu memeluk kalung itu di dadanya, sembari menatap Tae Yang dengan garang.

“Kau bohong…” ucap Ji Hyun lirih. “Kalung hati ini… kau juga memilikinya! Sudahlah, mengaku saja! Kau ini…. Youn Bae-Sunbae, kan??”

Merasa ditekan seperti itu, Tae Yang menghembuskan napas, kemudian dia berkata, “Huhh…. kalau iya, memang kenapa? Ayo kembalikan kalung itu!”

Tae Yang merebut kalung itu dari genggaman Ji Hyun dengan paksa, sampai-sampai tangan gadis memerah karena mengalami gesekan. Tanpa pikir panjang, Tae Yang melempar kalung itu sangat jauh…jauh sekali…. sehingga Ji Hyun tidak dapat melihatnya.

“Kalung itu sungguh tak berarti buatku!” kata Tae Yang sembari meninggalkan Ji Hyun sendirian di tengah pohon-pohon cemara yang tertutupi salju itu.

Hahh… kenapa hal seperti ini selalu terjadi pada Ji Hyun? Barusan itu… bukankah Tae Yang sudah mengaku kalau dia memang Young Bae-Sunbae, sahabatnya lima tahun lalu? Tapi… kenapa sunbae yang ini begitu kasar dan jahat, sampai-sampai membuang barang berharga hasil buatannya sendiri?

Ji Hyun berjalan pelan untuk mencari kalung itu. Yeah… walaupun kalung itu tak berarti bagi Tae Yang, namun kalung itu sangat berharga bagi dirinya. Jadi, Ji Hyun harus menemukannya sampai dapat. Bisakah dia menemukan kalung itu ditengah gunung salju seperti ini?

SHHUUUUU~~~ belum lagi hawa dingin sang angin yang sangat menusuk.

 


 

Cklek, Tae Yang membuka pintu kemudian masuk ke dalam kamar penginapan pria, tempat personel Bigbang lainnya bermalam. Habis, udara di luar sana sangat dingin, apalagi setelah titik-titik salju turun dari udara.

“Halah… manusia mohawk, untunglah kau segera datang,” ujar TOP kepada Tae Yang. “Menurut ramalan cuaca, sebentar lagi akan ada badai salju.”

“Kau dari luar sana? Apakah kau melihat Ji Hyun di sana?” tanya G-Dragon tiba-tiba. “Habis, tadi ketika aku cek ke tempat penginapan wanita, dia tak ada di sana.”

“Benarkah? Padahal dia tak pakai sepat….” kata Tae Yang lagi, tapi dia tak sempat menyelesaikan kalimatnya.

SSRRRRRRR….. SSSHHHH…. Suara angin dan hujan salju terdengar sampai ke dalam penginapan, bahkan membuat lampu gantung di dalamnya terlihat bergoyang.

G-Dragon mengambil payung dan dia membuka pintu penginapan, kemudian pergi keluar.

“H-h-h-hei… mau kemana kau?” tanya TOP gelagapan, merasa khawatir dengan leadernya itu.

“K-k-kau juga… mau pergi kemana?” tanya TOP lagi. Kali ini bukan G-Dragon yang jadi sasaran, melainkan Tae Yang. Cowok berambut mohawk itu pun beranjak keluar penginapan sembari membawa sebuah payung besar dan sepasang sepatu boots dari kantong bawaannya.

 


 

SSSRRR…. SSSSH…. suara angin dan hujan salju sungguh menusuk sampai ke jantung Ji Hyun. Gadis itu masih belum menyerah dalam misi pencarian kalungnya, dan kali ini dia merangkak dengan lututnya yang dibalut celana tebal.

KETEMU! Ji Hyun menemukan kalung kayu berbentuk hati itu diantara tumpukkan salju di tanah. Dia mengambilnya, kemudian memasukkannya ke dalam saku jaket. Dia hendak berdiri… tapi… ups, apa yang terjadi dengan kakinya? Kakinya tak dapat digerakkan!

“Urrrggh…” rintih Ji Hyun sembari berusaha menggerakkan kakinya. Rupanya kakinya itu mengalami kram karena terlalu lama berjalan di udara yang dingin. “Eerrrghhh…” desahnya lagi.

PLUK.

Ji Hyun merasakan sesuatu menimpa kepala mungilnya. Rupanya benda itu adalah sebuah hoodie yang sangat tebal. Kemudian, dia merasakan seseorang memakaikan sepatu dari belakang dengan sangat hati-hati, sehingga sepatu itu terpasang dengan rapi di kakinya. Eit, tunggu dulu….siapa yang melakukan semua itu kepadanya?

Ji Hyun membalikkan badan dengan sekuat tenaga. Eomonna! Alangkah kagetnya ketika dia melihat wajah orang itu—orang yang menolongnya dari kedinginan.

“S-s-s-s-sunbae?” tanya Ji Hyun sambil melotot tak percaya. Bibirnya bergetar saking terkejutnya.

GYUT, orang yang tadi menolong itu memeluknya, memberikan kehangatan. Sambil memeluk, orang itu meniup dan menggosok-gosokkan pergelangan tangan Ji Hyun.

“Mianhae….” kata orang itu lirih. “Mianhaeyo, Ji Hyun-ah……”

 


 

Srek.. srek… G-Dragon berlari-lari di tengah badai salju yang amat menaikkan bulu kuduknya. Di tangan kanannya tergenggam sebuah payung besar. Dia mencoba menemukan orang yang sangat dikhawatirkannya saat itu.

SSRRRRRRR….. SSSHHHH…. terdengar suara butir-butir salju yang berjatuhan, namun itu tak mampu mengahalangi pandangan G-Dragon. Matanya selalu awas dan waspada, siapa tahu orang yang dicarinya itu ada di sekitar sana.

Yeah… akhirnya dia menemukannya! Menemukan orang yang sedari tadi dengan susah payah dicarinya. Sekarang gadis itu yang berjalan kedinginan dengan sepatu bootsnya, dan….. dirangkul oleh seorang pria berkepala plontos yang sedang memayunginya.

PLUK, payung yang dibawa G-Dragon jatuh ke tanah yang tertutupi salju. Usahanya sia-sia.

 

 

 

 

 

 

 


Bersambung ke Chapter 9 ^_^

Aku juga mengirim FFku ini ke sini.

 

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s