[FREELANCE] Chassing My First Love (6th Chapter)

freelancer poster

Title : Chasing My First Love

Author/twitter : Naisy

Cast :

Han Ji Hyun (@asmeenaisy)

Dong Young Bae, a.k.a Tae Yang

Kwon Ji Yong, a.k.a G-Dragon

Choi Seung Hyun, a.k.a TOP

Han Chae Ra (@raniazahraVIP)

Kang Dong Kyo (@sabrinanura)

Kang Dae sung

Kang Dong Joon (@annisarchs)

Lee Seung Hyun

Mr dan Mrs Han (orang tua Ji Hyun)

Girlband 2NE1

Peran pendukung lainnya

Genre : Romance
Rating : PG-13
Length : Chaptered
Disclaimer : Sebetulnya fanfic ini kubuat pada akhir 2009 hingga 2010, sekitar empat tahun yang lalu.

 

Chapter Sebelumnya : Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5

 

 


 

 

CHASING MY FIRST LOVE CHAPTER 6

 

 

“Kalau begitu, mari kita tampilkan… BIGBANG!” ucap MC dengan riangnya, disusul para penonton yang bertepuk tangan. “Dengan lagu pertama yang akan dibawakan yaitu… GARA GARA GO!”

TOP, G-Dragon, dan Tae Yang keluar dari balik panggung, membuat suasana di aula Seoul Grand Hotel semakin ramai dengan teriakan dan tepuk tangan. Sebelum mereka tampil dengan nyanyian dan tarian fantastik, mereka menyapa para penonton terlebih dahulu.

Anyonghasseo, Seoul Grand Hotel?” teriak TOP lantang.

“Suatu kehormatan bagi kami dapat berdiri di sini untuk menghibur kalian,” tambah Tae Yang.

TOP dan Tae Yang terlihat asyik bercakap-cakap sejenak dengan penonton, tapi G-Dragon tidak. Dia malah asyik sendiri menengok ke kanan dan kiri. Matanya dengan awas menyusuri tiap sudut hotel.

“Ssst… apa yang kau lakukan? Siapa yang kau cari?” bisik Tae Yang sembari menjauhkan mikrofon dari mulutnya.

Anieyo…” jawab G-Dragon sambil berbisik. “BAIKLAH, VIP… KAMI PERSEMBAHKAN… GARA GARA GO!” lanjut G-Dragon dengan lantang. Kali ini dia memijit tombol on di mikrofonnya.

Alunan musik pun dimulai…

 

Hah Hah…. You know I gotta do it again, right?
Aooooh Yeah
….. B B Big Bang

Oh Eh Oh…. YeahOh Eh Oh…. Take the party down! Oh!

Hot na natsu no taiyou
It’s about time hajimeyou
Time to party here fo’ sho

Take the party down! Oh!

Minna de asobi ni ikou
Oretachi to come on let’s go!
Natsu daze party time dayo! oh! oh!

Soshite odore wo dance floor
Motto movin’ groovin’
Ikashita party

Say B I G to the BANG
Sawagi ga asa made
Just dance!
Gara Gara Gara Go!
Oretachi no way
La La La La La

Odorina my sexy lady
Moriagare everybody
Don’t stop now JUMP! JUMP!
Don’t stop now JUMP! JUMP!

Big Bang rocks tonight!
Oh Eh Oh
Big Bang rocks tonight!

 


 

Konser telah usai, dan Ji Hyun masih nongkrong bareng Hyun Ja dan Sang Geon. Kedua teman satu kosannya itu bertemu dengannya di pintu masuk sebelum konser ini dimulai. Dia kira, Sang Geon dan Hyun Ja akan marah karena dia telah berbohong kepada mereka; bilangnya mau pergi ke rumah teman tapi malah ngacir ke mini konser boyband. Eh, ternyata mereka tidak marah! Mereka malah mencurigai Ji Hyun dengan berkata, “Jangan-jangan kamu kabur dari kosan untuk nonton konser Bigbang juga, ya?”

Pyuh, untunglah. Demi menutupi niat asli Ji Hyun, serta demi rasa solidaritas, Ji Hyun jawab saja ‘iya’. Toh… Ji Hyun memang menyukai Tae Yang, salah satu personilnya, bukan?

Kriiing… kriiing… ponsel Ji Hyun berdering, tanda SMS masuk.

 

From : Ji Yong GD

Subject : di mana

Kamu di mana? Kutunggu kamu di kolam renang, di luar hotel.

Ada yang ingin kubicarakan.

 

“Hmm… Eonni?” ucap Ji Hyun kepada Hyun Ja dan Sang Geon. “Aku pulang duluan, ya?”

“Hah? Apa?” ucap Sang Geon nyaring. Suara musik yang dinyalakan oleh pihak panitia konser rupanya telah mengaburkan pendengarannya. “Kamu bilang apa?”

“Aku pulang duluan, ya? Aku pergi, ya?” kata Ji Hyun dengan suara lebih lantang.

“Oke!”

Ji Hyun pergi keluar aula. Ketika menuju pintu masuk, sebetulnya dia masih sangat bingung dengan posisi lift dan kamar-kamar di Seoul Grand Hotel. Habis, bangunan ini besar sekali, sih!

Sesampainya Ji Hyun di luar hotel, tepatnya di kolam renang, dia duduk di sebelah seorang cowok yang sedang santai dan bersila di pinggir kolam. Make up cowok itu masih tebal, masih sama seperti di panggung beberapa saat yang lalu.

“Hei, sini!” kata cowok itu. Dia G-Dragon.

“A-a-ada apa kamu memanggilku?” tanya Ji Hyun. “Oh ya… gomawo atas tiketnya. Konsernya memuaskan! Kamu keren juga ternyata kalau di atas panggung.”

Deg.

Apa G-Dragon tidak salah dengar? Dan… Aish, kenapa hatinya jadi sedikit senang? Bukankah dibilang keren saat manggung adalah hal biasa?

G-g-gomawoyo,” kata G-Dragon. “Aku mau menanyakan satu hal padamu. Hmm… kamu… kamu benar-benar kenal dengan Tae Yang?”

“Hah? Em… aku…”

“Awalnya kukira kamu hanya fans beratnya, tapi setelah menyadari sesuatu, aku jadi mengira…”

JEPRET!

Sebuah kilatan mengalihkan perhatian Ji Hyun dan G-Dragon.

JEPRET! JEPRET! JEPRET! Kali ini ada puluhan kilatan cahaya.

Ketika Ji Hyun menoleh ke arah pintu masuk hotel, dia melihat ada segerombolan wartawan yang mengejar dua member Bigbang lainnya, Taeyang dan TOP.

Diserbu wartawan! Rasakan, kalian, hahaha. Untung saja aku langsung kabur ke sini setelah manggung,’ batin G-Dragon.

Refleks mengetahui kehadiran Tae Yang, Ji Hyun beranjak dari tempat duduknya, kemudian berlari menuju sumber kilatan cahaya tersebut.

Sunbae! Sunbae! Ini aku… Han Ji Hyun!” teriak Ji Hyun sembari terus berlari. “SUNBAEEE… INI AKU!”

Dia, Tae Yang, yang merasa namanya disebut-sebut, melirik ke arah kolam renang. Entah kenapa, dia merasakan ada sesuatu yang menarik hatinya untuk melihat ke sana. Tapi yang dia lihat hanya seorang gadis dengan sweater kotak-kotak. Wajah gadis itu silau terhalang kilatan-kilatan cahaya kamera. Ah.. mungkin gadis itu hanya fansnya saja.

Tae Yang kembali berbalik, kemudian masuk ke dalam mobil bersamaan dengan TOP.

“SUNBAE! SUNBAE! DONG YOUNG BAE-SUNBAE!” teriak Ji Hyun lagi. Kali ini lebih keras, bahkan sampai membuat tenggorokannya letih. “SUNBAEEE!”

Brrrmm…

Terlambat. Mobil yang dimasuki Tae Yang dan TOP keburu pergi, meninggalkan sebuah harapan kosong di hati Ji Hyun. Yah… usahanya untuk bertemu Sunbae kembali sia-sia.

Puk.

G-Dragon menepuk bahu Ji Hyun dari belakang, membuat Ji Hyun kaget. Ji Hyun berusaha menghapus raut kekecewaan di wajahnya begitu G-Dragon berbicara kepadanya.

“Benar, kan?” ucap G-Dragon. “Aku yakin kamu kenal dengannya.”

“Kalau kubilang iya, memangnya kamu akan percaya?” tanya Ji Hyun ragu.

“Ya, aku percaya,” kata G-Dragon dengan tegas. “Ada sesuatu yang baru kusadari setelah tiga tahun lamanya kami trainning bersama. Sesuatu yang mengatakan bahwa kamu adalah bagian dari masa lalu Tae Yang.”

Ji Hyun tercengang. Dari mana G-Dragon mengetahui masa lalunya? Apakah Young Bae Sunbae pernah menceritakannya kepada cowok yang satu ini? Tapi… Ji Hyun hapal benar sifat Sunbae. Dia takkan membicarakan hal pribadinya kepada siapapun, kecuali kepada orang yang menjadi bagian dari rahasianya.

“Kalau boleh… aku akan membantumu,” G-Dragon berbicara lagi. Kali ini dengan penuh tekad dan rasa iba. “Aku, sebagai temanmu. Aku akan membantumu agar dapat bertemu dengannya.”

“Benarkah?” “tanya Ji Hyun penuh harap. “Oppa, benarkah itu?”

Glek. Tiba-tiba lidah G-Dragon serasa tercekat mendengar panggilan menggelikan itu. Oppa?

Nae. Kebetulan, besok pukul setengah limasore, kami nggak ada jadwal latihan ataupun manggung. Akan kuatur pertemuanmu dengannya besok. Ingat ya…. besok pukul setengah lima sore, kalian ketemuan di halaman kantor YG!” kata G-Dragon sambil mengembangkan senyum.

Nae, nae. Ghamsahamnida, Oppa!”

“Besok harus datang ya! Nggak boleh nggak. Susah loh bagi kami mendapatkan jadwal kosong seperti ini, apalagi menyempatkan diri untuk bertemu orang lain.”

“Oke, ghamsa hamnidajeongmal ghamsa hamnida!”

Ji Hyun benar-benar tak menyangka. Rupanya, sifat Kwon Ji Yong alias G-Dragon, atau Ahjussi genit yang pernah ditemuinya tempo hari, tak sejelek yang dia kira. Mungkin G-Drgaonlah malaikat penolong yang diberi Tuhan untuk Ji Hyun, dan G-Dragonlah yang menjadi bagian dari petualangan Ji Hyun dalam mengejar cinta pertamanya. Hmm.. sungguh, Ji Hyun sungguh-sungguh berharap kepada cowok yang satu ini.

“Sudah malam, ayo cepat pulang. Akan kuantar kamu sampai ke kosan.”

“Lagi?”

“Bersyukurlah, kamu sangat beruntung dua kali diantar pulang oleh seleb keren seperti aku.”

“Cih, narsis amat!”

 


 

Gludung gludung….

Ji Hyun merasakan tubuhnya bergetar. Inikah yang namanya alam mimpi? Tidak! Di dalam mimpi tadi, dia sedang naik kuda poni dengan pangeran tampan berwajah Young Bae Sunbae, tapi getaran-sepatu-kuda dan getaran-yang-menggelikan kan beda rasanya!

Gludung gludung…

“HAH!” Ji Hyun berteriak sembari membuka mata, bangun dari tidur lelapnya. Tapi… kalau memang sudah bangun, mengapa di hadapannya kini ada dua dayang berwajah putih?

“JI HYUN-AH, BANGUUUUUUUN!” teriak kedua dayang itu.

“Hah, kalian rupanya! Kukira aku masih di alam mimpi…” ujar Ji Hyun lega. Rupanya kedua dayang itu adalah Hyun Ja dan Sang Geon yang memakai masker putih dan berniat membangunkannya.

“Ji Hyun-ah, cepat mandi! Ada yang perlu kami bicarakan denganmu! Balli!” teriak Hyun Ja.

Nae, nae.” Jawab Ji Hyun.

Ji Hyun bergegas ke kamar mandi. Sepuluh menit kemudian, dia keluar dengan wajah yang cerah dan bersih, dan sebuah handuk panjang terlilit di kepalanya, tanda kalau tadi dia habis dikeramas dan rambutnya masih basah.

“Ada apa, sih?” tanya Ji Hyun.

“Kami… kami lihat, lho,” kata Sang Geon. “Semalam, dan beberapa malam yang lalu, kamu diantar cowok ganteng berkacamata hitam. Rambutnya pirang, dan mobilnya sangat mewah. Siapa dia?”

“D-d-d-dia…” Ji Hyun hendak menjawab, tapi urung. Kalau dia bilang siapa yang mengantarnya pulang, pasti kedua cewek ini akan teriak-teriak kegilaan, dan itu membuatnya risih. “Dia itu teman lamaku. Yang pernah aku ceritakan itu, loh….”

“Oh ya? Yakin hanya teman? Pacar, kali,” kata Hyun Ja lagi.

“Err… b-b-bukan kok! Kami… s-s-sebenarnya bersahabat… t-t-tapi sudah lama terpisah.” Ji Hyun berbohong lagi.

“Ah, sayang sekali. Kalau aku jadi kamu, pasti sudah kupacari cowok itu. Oh ya, sejak kapan kamu suka Bigbang?” tanya Sang Geon tiba-tiba mengganti topik. “Gila… aku nggak nyangka loh kalau ternyata kamu juga suka Bigbang! Habis.. tiap kali kami berdua membicarakan Bigbang dengan gilanya, kamu diam saja.”

“Benar… benar… lain kali kita ngobrol bersama, dong, kita kan punya idola yang sama!” tambah Hyun Ja.

Kkrrr… krrrr… ponsel Ji Hyun bergetar, tanda telepon masuk.

“O-o-o-oke, Eonni. Tapi… mianhae, bisakah kalian keluar sebentar? Aku mau angkat telepon penting.”

Hyun Ja dan Sang Geon mengangguk, dan mereka keluar dari kamar Ji Hyun. Sementara itu, Ji Hyun menatap layar ponselnya. Melihat nama yang tertera di ponsel, dia sangat senang. Klik, langsung dia pijit saja tombol answer di keypadnya.

“JI HYUUUUUN!” teriak dua suara di seberang sana. Suara yang begitu dikenalnya.

Omma! Appa! Hah… bogosipposo, bagaimana kabar kalian?” cerocos Ji Hyun.

“Baik,” jawab Omma dan Appa.

“Kami baik-baik saja. Kalau kamu?” kata Chae Ra. Ah… suara di seberang sana riuh sekali. Sepertinya Omma menyeting opsi loadspeaker di ponselnya.

Eonni? Ah… bogosipposo, Eonni! Kabarku baik-baik saja, dan aku yakin Eonni pun begitu. Bagaimana dengan Dong Kyo Eonni dan Dae Sung Oppa?”

“Mereka….” kata Chae Ra. Tiba-tiba suara di ponselnya menjadi sangat kecil. Sepertinya Chae Ra menjauhkan ponselnya dari mulutnya.

“DAESUUUUUUUNG… KURANG AJUAAAAAAAAARRR!” teriak seseorang di seberang sana. Suaranya yang cempreng dan menggema itu sangat familiar di telinga Ji Hyun.

“Hahahaha….” tawa Ji Hyun begitu mengenali suara itu.

 


 

Pukul 16.30.

Ji Hyun membayar taksi yang dinaikinya, kemudian pergi ke depan gerbang sebuah bangunan tinggi dengan papan besar bertuliskan YG Entertainment. Dia datang lebih awal dari perjanjiannya dengan G-Dragon. Hal itu dilakukannya agar dia bisa menunggu, bukan ditunggu; dan itu adalah salah satu prinsip hidupnya. Dengan antusias, Ji Hyun berjalan tegak menuju pintu gerbang, tapi…

“Ah.. kamu? Mau apa lagi kau ke sini, hah?”

“Ah, Pak Satpam. Aku… aku janjian dengan seseorang di halaman kantor ini, tolong izinkan aku masuk,” kata Ji Hyun sembari memeluk tubuhnya sendiri. Dinginnya udara saat ini sedikit menusuk kulit Ji Hyun.

“Kali ini aku tidak akan tertipu lagi. Kamu tidak kuizinkan masuk, pergi sana!” usir sang Satpam.

Ahjussi, jaebal…” Ji Hyun terus mencoba membujuk, tapi usahanya tetap sia-sia. Satpam itu telah pergi ke posnya tanpa memperhatikan wajah memelas Ji Hyun.

Untungnya masih satu jam tersisa sebelum waktu yang ditentukan G-Dragon. Karena sedang tidak ada jadwal, Ji Hyun berharap Young Bae sedang tidak ada di dalam kantor saat ini, dan dia datang dari rumahnya. Itu artinya, kalau Young Bae berniat masuk ke halaman kantor, dia harus melewati gerbang terlebih dahulu. Dan kalau Young Bae melihat Ji Hyun berdiri di sini, dia pasti akan mengajak Ji Hyun masuk. Pasti.

Tik tok tik tok…

Tiga puluh menit berlalu. Sudah pukul lima sore, tapi tak ada siapapun yang datang melewati gerbang. Shh… udara pun sudah semakin dingin, tapi Ji Hyun lupa memakai sarung tangan dan syal. Dia hanya memakai sweater yang tak terlalu tebal. Habis, ketika hendak pergi, dia terlalu terburu-buru sehingga lupa dengan keadaan cuaca yang meramalkan bahwa sore ini akan turun salju.

Tik tok tik tok…

Tiga puluh menit kedua berlalu. Kali ini butir-butir kecil salju sudah mulai turun, dan rasa dingin sudah sangat menyengat.

Tik tok tik tok…

Tiga puluh menit ketiga berlalu, dan Ji Hyun masih berharap Sunbae akan datang menemuinya.

‘Jangan pulang Ji Hyun, jangan pulang’, Ji Hyun mencoba menguatkan dirinya sendiri. ‘Sunbae kan orang sibuk, jadi wajar saja kalau dia telat. Kalau aku pulang, sementara Sunbae datang terlambat, bagaimana?

Selain itu, Ji Hyun sama sekali tak ingin mengecewakan G-Dragon yang sudah dengan baik hati berniat menolongnya.

Tik tok tik tok… tiga puluh menit keempat pun berlalu….

 


 

Cklek… G-Dragon membuka pintu masuk ke dalam hunian milik Bigbang. Di dalamnya, dia melihat TOP sedang menonton siaran sepak bola MU vs BARCA seorang diri.

Hyung… sendirian saja?” tanya G-Dragon.

“Tadinya sih Tae Yang mau ikut nonton, tapi dia sedang bilang dia sedang ada acara.”

“Oh.. aku tahu kok, dia sedang ada keperluan di halaman kantor YG,” kata G-Dragon lagi.

Yep. Tadi pagi, G-Dragon sudah mewanti-wanti Tae Yang untuk pergi ke halaman kantor YG pukul lima sore. Dia bilang ke rekan kerjanya itu bahwa ada seorang cewek yang akan menunggunya di sana. Cewek itu adalah orang yang menolongnya dari kecelakaan lampu syuting tempo hari, dan dia harus berterimakasih kepada cewek itu. Waktu itu sih Tae Yang bilang “iya”, dan G-Dragon menganggap itu sebagai tanda setuju.

“Lho… bukannya ada urusan di KBS TV? Katanya dia mau melihat hasil editing wawancara kemarin,” ujar TOP melanjutkan pembicaraannya.

“Hah? Masak, sih? Apa dia lupa dengan apa yang kukatakan kepadanya tadi pagi?” G-Dragon berbicara sedikit tegang.

“Meneketehe.”

Sedetik kemudian G-Dragon mengambil ponsel, dan memencet-mencet tombol di keypadnya. Tuut… tuuut… dia menghubungi seseorang.

“TAEYANG, KAMU SEDANG APA? CEPAT PERGI KE KANTOR YG!” bentak G-Dragon dengan tegas.

“SEBAGAI PEMIMPIN BIGBANG, KUPERINTAHKAN KAU UNTUK DATANG KE KANTOR YG ENTERTAINMENT SEKARANG JUGA!”

 


 

Tik tok tik tok…

Sudah pukul 21.30, tapi orang yang ditunggu tak kunjung datang. Ji Hyun tetap duduk di depan gerbang dengan penuh harapan. Dia selalu positive thinking, mungkin saja Sunbaenya itu sedang sibuk mengurus pekerjaan, tapi dia yakin Young Bae pasti datang. Dia tahu benar watak Young Bae Sunbae yang tidak pernah mengingkari janji, dan dia benar-benar percaya akan hal itu.

Maka, beginilah Ji Hyun. Tetap duduk diam di sini, dan terus menunggu. Sementara itu, dia harus berperang melawan udara yang dinginnya tak main-main. Tes tes tes… dia pun harus berperang melawan butiran-butiran salju yang menyerang kepala telanjangnya. Brrr…..

Sunbae…”ucap Ji Hyun dalam hati. “Apapun yang terjadi, aku akan menunggu di sini hingga kau datang. Aku akan menunggumu, Sunbae-nim…”

Shuhh…

Ji Hyun hampir terjatuh. Dia merasakan kepalanya berputar-putar dan tubuhnya membeku. Rupanya gundukan salju yang turun telah membuatnya goyah dari kesabarannya dalam menunggu. Menunggu orang yang tak kunjung datang.

Gelap… Ji Hyun hampir saja jatuh ke jurang ketidaksadaran yang gelap… tapi…

TEP. Tangan seseorang menumpunya. Tangan itu membawa Ji Hyun ke pangkuannya, dan membopongnya pergi dari kedinginan. Tangan yang menggendongnya itu begitu kuat dan hangat, membuatnya nyaman dalam pejaman matanya, dan membuat kegelapan itu menjadi tidak menakutkan.

“S-s-sunbae, kamukah itu?”

 

 

 

 

 

 

 


Bersambung ke Chapter 7 ^_^

Aku juga mengirim FFku ini ke sini.

 

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s