[FREELANCE] Chassing My First Love (1st Chapter)

freelancer poster

Tittle : Chasing My First Love (1st chapter)

Genre : Romance

Author : Naisy

Poster by : arin yessy @ indo ff arts

Length : Chaptered

Rated : General

 

Casts :

  • Han Ji Hyun (@asmeenaisy)
  • Dong Young Bae, a.k.a Tae Yang
  • Kwon Ji Yong, a.k.a G-Dragon
  • Choi Seung Hyun, a.k.a TOP
  • Han Chae Ra (@raniazahraVIP)
  • Kang Dong Kyo (@sabrinanura)
  • Kang Dae sung
  • Kang Dong Joon (@annisarchs)
  • Lee Seung Hyun
  • Mr dan Mrs Han (orang tua Ji Hyun)
  • 2NE1
  • Peran pendukung lainnya

 


 

Ahjussi, silakan cicipi hidangannya,” ujar Ji Hyun dengan riang. Dia memang sangat senang melayani pelanggan di Depot ‘Kkotboda’, rumah makan kecil milik orang tuanya.

Ghamsa hamnida,” jawab pelanggan itu. Kemudian dia memakan makanan pesanannya dengan sangat lahap.

Yep. Gadis bernama lengkap Han Ji Hyun itu memang pribadi yang periang, cerewet dan hangat. Berbeda dengan kakaknya, Han Chae Ra, yang berkepribadian mirip dengan sang ayah; pendiam, lembut, dan sangat cinta kerapihan. Ji Hyun jauh lebih mirip dengan ibunya.

Depot Kkotboda adalah tempat makan kecil-kecilan milik keluarga Han, yang juga dikelola oleh mereka sampai sekarang. Omma sebagai Sajangnim, Appa bekerja di bagian kasir, Ji Hyun dan Chae Ra menjadi pelayan yang mengantarkan makanan. Lho, bagaimana dengan kokinya? Koki handal Kkotboda saat ini adalah Chae Dong Kyo dan Kang Dae Sung, teman sekelas Chae Ra semasa SMA, yang saat ini sudah dianggap oleh keluarga Han sebagai saudara.

Keluarga Han adalah keluarga yang cukup bahagia. Setiap hari mereka selalu bekerja di tempat yang sama, sehingga bisa bersenda gurau di tempat yang sama pula. Mereka adalah penduduk di salah satu komplek kecil di kota Nam Won, Provinsi Jeolla, Korea Selatan. Kota itu memang tak sebesar Seoul yang merupakan ibu kota negeri ginseng ini, namun di kota itulah mereka merangkai kehidupan yang harmonis.

Eonni, pesanan jjajangmyeon yang tadi diganti jadi kimchi!” teriak Ji Hyun kepada Dong Kyo yang sedang sibuk memasak di dapur.

“ Baik,” jawab Dong Kyo sembari mencoret-coret notes kecil, tentu saja menulis daftar pesanan.

Sambil menunggu Dong Kyo dan Dae Sung menyelesaikan masakan, Ji Hyun duduk sejenak untuk menonton TV.

“AISH, CARI GARA GARA YA?” sebuah teriakan yang sangat keras terdengar dari arah dapur. Karena kaget, Ji Hyun dan Chae Ra menghampiri dapur untuk memastikan apa yang terjadi.

“Hey, ada apa ribut-ribut?” tanya Chae Ra.

“Nggak ada apa-apa kok Chae Ra, hanya saja si Dae Sung ini sedikit cari gara-gara, bikin aku kesal saja!” kata Dong Kyo sinis.

Mwo? Anieyo, anieyo, bukan aku kok. Si Dong Kyo yang mulai duluan!” kilah Dae Sung.

Aigoo, bukankah kamu yang meneteskan minyak ke kakiku?”

“Aku kan nggak sengaja, masak gitu aja kamu balas dengan memukulku?”

“STOP!” Chae Ra berteriak kencang, melerai kedua sahabatnya dari pertengkaran yang sungguh tidak jelas itu.

Ji Hyun tersentak. Tak biasanya kakaknya yang lembut itu berteriak sedemikian kencang sehingga membuat telinganya nyaris berdengung. Begitu juga dengan Dae Sung dan Dong Kyo, mereka terkaget-kaget melihat Chae Ra, sehingga terpaksa harus menghentikan adu mulut yang sedang mereka lakukan.

“Kalian ini gimana sih? Bukankah kalian pacaran? Lalu kenapa berantem melulu?” sambung Chae Ra tegas, membuat Dae Sung dan Dong Kyo merenungkan tingkah mereka. “Ayo cepat baikan, sekarang!”

Tanpa ragu-ragu, salah satu dari mereka mengulurkan tangan dan meminta maaf. Tentu saja Dae Sung yang mulai duluan. Dia kan cowok. Cowok harus lebih gentle daripada cewek.

Mianhae,” ucap Dae Sung lembut.

Gwaenchanna,” jawab Dong Kyo yang kini tersipu malu.

“Satu lagi,” sambung Dae Sung. “…saranghae.

Dae Sung tiba-tiba berjongkok. Setelah itu, dia memasangkan sebuah plester warna-warni di jempol Dong Kyo yang terkena minyak. Dong Kyo tersipu malu, dan bilang kepada Dae Sung kalau dia bisa mengobati lukanya itu sendiri saja. Hebatnya Dae Sung, dia tetap memilih untuk memasangkan plester itu pada kaki Dong Kyo dengan tangannya sendiri.

Aku tak mengerti dengan cara berpacaran mereka, ucap Ji Hyun dalam hati. Terkadang mereka bisa jadi sangat romantis, tapi mereka pun sering sekali berkelahi dan adu mulut. Kalau diibaratkan, kisah cinta mereka seperti Choon Hyang dan Mong Ryong di drama ‘Sassy Girl Chun Hyang’ yang aku tonton.

Ji Hyun dan Chae Ra kembali ke meja pelanggan untuk memberikan lembaran menu kepada pelanggan yang baru datang, sekalian menunggu pesanan lama selesai dimasak. Tapi ketika mereka sedang konsentrasi mencatat pesanan…

“DAE SUUUUUUUUNG… KURANG AJUAAAAAR!!” sebuah teriakan dari dapur menggema.

Omma, Appa, Ji Hyun dan Chae Ra menggelengkan kepala.

Tuh kan, mulai lagi deh….

 


 

Ji Hyun adalah cewek yang gemar menceritakan isi hatinya lewat tulisan dibandingkan harus menceritakannya kepada orang lain. Sudah sejak SMP Ji Hyun memiliki hobi seperti ini. Malam ini pun begitu. Ji Hyun mengambil diary biru dan pulpen bertinta ungu dari laci, kemudian mulai menulis.

Dear Diary…

Hari ini aku bekerja di Depot seperti biasa. Seperti biasa pula, aku mendengar pertengkaran pasangan Dae Sung-oppa dengan Dong Kyo-eonni yang lucu seperti dalam drama saja.

Dalam drama, meskipun kedua pasangan terus bertengkar, tetapi mereka tetap memiliki sisi romantis yang sangat hangat.

Diary… sampai sekarang, aku tetap menunggu cinta pertamaku itu. Yap, cowok itu memang sudah menghilang beberapa tahun ini. Aku merindukannya, Diary…. Aku merindukan Sunbae-ku yang sudah berjanji akan menemuiku. Dia tak boleh ingkari janjinya, Diary, karena dia sudah memberikan kalung perjanjian padaku….

Cklek… pintu kamar terbuka. Chae Ra masuk ke kamar Ji Hyun, membuat Ji Hyun terkaget dan menyembunyikan diarynya.

”Belum tidur?” tanya Chae Ra.

“Belum, Eonni, ini baru mau berdoa,” jawab Ji Hyun.

“Cepetan tidur, udah malem.”

“Iya Eonni, tapi tunggu sebentar…”

Ji Hyun mengecup kening Chae Ra dengan lembut, kemudian berkata “Selamat tidur”, yang dibalas sebuah senyuman kecil oleh Chae Ra.

Beberapa detik kemudian, Ji Hyun memandang sebuah kalung kayu dengan ukiran hati yang digantung sebagai penghias dinding kamar, kemudian berbisik, “Met tidur, Sunbae. Semoga, suatu saat Tuhan mempertemukan kita kembali, Amin.”

Kali ini Chae Ra tidak tersenyum. Wajahnya terlihat murung, tapi Ji Hyun tidak berniat menanyakan alasannya. Terukir di raut wajah Chae Ra, Ji Hyun melihat isyarat yang mengatakan “Amin” meskipun tidak terucapkan.

 


 

Kring… kring… bel sepeda Ji Hyun berbunyi di sepanjang jalan. Gadis itu mengayuh sepeda tuanya sembari bersenandung kecil, dan melirik kanan-kiri untuk mencari rumah pelanggan Kkotboda yang memesan makanan secara Delivery. Setelah yang satu ketemu, dia pun mencari rumah pemesan selanjutnnya.

Di tengah perjalanan pulang, tepatnya ketika dia lewat agen koran dan majalah di pinggir jalan, dia melihat banyak siswi SMP dan SMA bergerombol di sana sambil sesekali berteriak histeris. Sang penjual koran pun tak mau kalah. Sembari menerima lembaran won yang diberikan para pelajar itu—tentu saja karena mereka membeli majalahnya―dia berteriak nyaring.

“Majalah baru remaja… Majalah populer… Boyband baru yang sedang naik daun… Boyband baru yang sedang naik daun…”

Ji Hyun tidak terlalu memedulikan huru-hara di agen majalah. Dia terus mengayuh sepedanya menuju Depot, karena semua makanan pesanan sudah berhasil diantarkan.

Setelah tiba di Depot, dia sangat kaget ketika mendapati seluruh pelanggan―yang sebagian besar berusia remaja—sedang asyik menonton saluran infotainment di TV kecil yang dipasang di pojok Depot. Sebetulnya Ji Hyun tak begitu peduli dengan dunia entertainment yang selalu dipublikasikan lewat majalah, internet, dan TV. Tapi karena kali ini televisinya dipasang di pojok strategis di dalam Depot, pojok yang memungkinkan semua orang bisa melihatnya, dia terpaksa menonton siaran infotainment itu.

“AHHHH…” sebuah desahan keras keluar dari mulut Ji Hyun. “ANDWAE! NGGAK MUNGKIIIN!”

“Ada apa sih? Ribut amat? Cuma Infotainment doang, kok diributin?” tanya Dong Kyo. Tatapan matanya seperti merendahkan Ji Hyun yang mendadak memperhatikan channel gosip.

“Hoi, Ji Hyun, sejak kapan kamu jadi doyan nonton infotaiment?” tanya Omma sinis.

“I-i-itu… S-s-sunbae,” kata Ji Hyun terbata-bata. “Ada Young Bae-Sunbae di televisi!”

Semua orang terkaget. Dong Kyo, Dae Sung, Omma, Appa, dan Chae Ra tentu saja tahu siapa yang Ji Hyun maksud ‘Sunbae’ itu. Entah kenapa, semua orang di sana─kecuali Ji Hyun─merasa sangat aneh melihat reaksi Chae Ra yang juga lebay, bahkan jauh lebih lebay daripada Ji Hyun. Dia bahkan sampai menjatuhkan pulpen dan notes yang dipegangnya.

Omma, Appa,” sambung Ji Hyun lagi. Kali ini lebih histeris. “Sunbae ada di TV, Sunbae ada di TV! YOUNG BAE SUNBAE ADA DI TV!”

“Siapa?” tanya Chae Ra terbelalak. “Ji Hyun-ah, siapa yang ada televisi?”

 

Bersambung ke Chapter 2 ^_^

Adakah yang VIP dan Blackjack di sini?

Ikuti terus ceritanya yaa^^

Advertisements

One thought on “[FREELANCE] Chassing My First Love (1st Chapter)

  1. Pingback: [FREELANCE] Chassing My First Love (6th Chapter) | INDO FANFICTIONS

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s