Blush

 blush

Blush

Rating: General // Length: Ficlet // Genre: Fluff and Romance // Casts: Jung Jin Young {b1a4} and Kim Hye Lim {hello venus}

Thanks for imjustagirl at Poster Channel who has desigend this poster. Story written by me; Sung Soo Hee. But the casts aren’t mine.

“Aku mengantuk.”

Jinyoung hanya bergumam samar mendengar ucapan—rengekan itu. Setelahnya namja itu kembali lekat menatap layar ponselnya. Mengabaikan kekasihnya yang kian kesal dengan kegiatan Jinyoung.

Hyelim mendengus. Menggerutu pelan dan melipat kedua tangannya di depan dada. Urgh, Jung Jinyoung terlalu fokus dengan ponselnya. Dan Hyelim tak menyukainya.

“Sebenarnya kekasihmu itu ponsel itu atau aku heung?” tanya Hyelim kesal.

Jinyoung menurunkan ponselnya beberapa centi. Sebelah alisnya turun mendengar pertanyaan Hyelim. Setelahnya namja itu terkekeh pelan. Meletakan ponselnya di atas meja dan menatap lekat Hyelim.

“Tentu saja kau. Benda itu tak hidup sepertimu dan tentunya tak secantik dirimu, Hyelim-ah,” ucapnya di akhiri kedua sudut bibir yang naik.

Hyelim memiringkan wajahnya. Jinyoung sedang membual dan Hyelim tahu jelas itu. Urgh, tapi pipinya rasanya sedikit terbakar sekarang walau ia kesal pada Jinyoung.

“Lalu kenapa kau tak memperhatikanku? Sudah setengah jam kau hanya menatap lekat ponselmu dan tersenyum bodoh!”

Jinyoung menautkan alisnya tinggi. Wajahnya disangga menatap Hyelim dengan kedua siku menopang di atas meja.

Jeongmalyo?”

Hyelim mengangguk menjawabnya. Jinyoung sedikit menegakkan badannya. Ia lalu mengusap dagunya dan memincingkan mata ke arah Hyelim. “Mungkin karena kau membosankan,” tukasnya.

Hyelim mendelik mendengar ucapan itu. Membosankan? Oh! Jadi ia sedang bermesraan dengan kalimat puitis untuk menggoda beberapa gadis lewat ponsel itu?

“Ya!” Hyelim mendelik. Berseru sedikit keras dan mengabaikan beberapa pasang mata di kafe yang menatapnya heran. Ah, terserah mengenai pemikiran mereka. Hyelim tak perduli itu. Sekarang ia akan meledak memikirkan bayangan Jinyoung yang bermesraan lewat pesan atau jejaring sosial bersama yeoja lain.

“Kau ini menyebalkan sekali Jung Jinyoung!” serunya kesal.

Jinyoung memiringkan kepalanya dan terkekeh kecil, “Wae?”

Hyelim mendengus. Melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap tajam Jinyoung. Ujung flat shoes-nya digunakan untuk menendang pelan mejanya.

“Bukannya kau sekarang sedang bermain di belakangku? Oh jangan katakan jika kau pura-puta tak tahu!”

Jinyoung merengut. Menaikkan alisnya dan menatap Hyelim penasaran. Setelahnya namja itu mengulas senyum tipis. “Oh, jadi kau tahu?” tanyanya.

Hyelim mendelik. Menatap namja yang kian melebarkan senyumnya.

“Apa kau sedang cemburu, Kim Hyelim?”

Hyelim mendengus. Segera melipat kedua tangannya di depan dada dan mendelik Jinyoung, “Ya! Mana ada yang tak cemburu jika seperti itu?”

Jinyoung terkekeh pelan. Mencondongkan wajahnya ke arah Hyelim. Mengikis sedikit demi sedikit jarak antara ia dan Hyelim. “Kalau begitu bagus. Artinya kau benar-benar mencintaiku,” tukasnya.

Hyelim menarik wajahnya mundur. Kembali membuat jarak yang lebar antara ia dan Jinyoung. “Faktanya memang seperi itu sih,” ucapanya pelan, nyaris tak terdengar.

Jinyoung hanya bergumam dengan suara oh cukup panjang. Setelahnya ia tersenyum dan kembali menyondongkan wajah ke arah Hyelim.

“Kau tahu siapa yang membuatku seperti ini?”

Hyelim diam. Memilih memalingkan wajahnya dan mengerucutkan bibir beberapa mili. Ah, sebenarnya apa isi kembali Jinyoung hari ini?

“Namanya baby Hyelim.”

Jinyoung mengakhiri ucapannya dengan terkekeh panjang. Tangannya terulur menunjukkan ponsel pintarnya ke wajah Hyelim. Hyelim mengerjap menatapnya.

Wajah yeoja itu ditarik mundur beberapa centi melihat gambar di layar ponsel kekasihnya itu. Urgh, wajahnya memerah sekarang. Itu fotonya, Kim Hyelim. Dan foto saat mereka kencan tempo hari.

Jinyoung tersenyum. Mengulas senyum lebar ke arah Hyelim denfan wajah yang perlahan maju. Mengikis jarak beberapa centi lagi. Kali ini lebih dekat dari tang tadi.

“Namanya baby Lime, Kim Hyelim-ie yang paling cantik dan menggemaskan dan tengah duduk di depanku ini.”

Urgh, Hyelim menunduk. Meremas ujung roknya dan mengembungkan pipi yang terasa panas. “Dasar Jung Jinyoung pembual,” cibirnya pelan.

—Fin

A/N: Well, harusnya di-post kemarin tapi kemarin sedikit terkena kendala dan sempat sakit agak lama jadi baru sempet sekarang. Buat ff kali ini, well couple pertama yang aku buat dan mungkin yang pertama dan terakhir. Karena lebih enak buat pake OC sih._. Dan untuk diction serta plot, well maybe freak as usual dengan ending yang gaje.

Feedback juseyo~♥ thanKYU~♥

4 thoughts on “Blush

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s