[FREELANCE] Chapter 5 : my future and generation

main1

Author : Ayhu Park

Main Casts :
• Ryu Hwayoung  XI’B
• Park Jiyeon  XI’F
• Krystal Jung  XI’B
• Bae Suzy  XI’E
• Sulli Choi  X’B

Other Casts :
• Kai Kim  X’B
• Xi Luhan
• L.Joe
• Kang Soyu
• Kim Sungkyu
• Onew
• Kim Jaejoong

Genre : Romance,Friendship,Family,Angst,AU
Length : Chaptered
Rating : ga’ tau *Yadong ga’ berlebihan dan ga’ banyak-banyak amat tapi kisahnya pergaulan bebas banget*
Credit poster to Chikita Kim @ Real Atachi
Diclaimer : Masing-masing tokoh milik mereka sendiri,keluarga mereka, dan Tuhan.Author cuman minjam nama.Ide dan alur cerita asli karangan author.
A/N : FF ini ga’ ada maksud ngelecehin para tokohnya.Author cuman mau berkarya 
DON’T FLAME AND DON’T FORGET RCL !!!!
~~


Who knows the future?
Ayhu Park

~My f&d~
Sulli menangis. Ia segera menghubungi Jiyeon “Unnie! Jiyeon unnie!” Suara Sulli serak parau.Jiyeon menjadi sangat panik “Waeyo, Sulli?”
“Aku hamil, unnie~” Jawab Sulli, terisak. Ia tak kuat lagi berdiri.
“Mwo? Sulli, katakan kalau kau bercanda” Bentak Jiyeon, tidak suka. Tapi, Sulli terus menangis, dan dengan suara yang tidak jelas, menjawab “Aku memang hamil, unnie. Mian. Aku ingin menyusulmu, unnie”
“Jangan mempermainkan aku, Sulli. Aku tahu kau bercanda. Berhenti menangis!” Suara Jiyeon mulai parau.
“Mian, unnie. Unnie! Unnie!” Sulli tak dapat menghentikan tangisannya, begitu pula dengan Jiyeon yang menangis di ujung sana.

~My f&d~
Jiyeon tak dapat menahan tangisnya. Ia meremas kuat bantal yang ada di dekatnya. Hatinya begitu sakit mengetahui salah satu orang yang ia sayangi harus mengalami penderitaan yang begitu berat.
Pintu kamar terbuka menampakkan Joe yang panik melihat Jiyeon. Ia segera menghampiri Jiyeon “Waeyo?” tanyanya. Jiyeon menatap Joe perlahan dengan matanya yang berkaca-kaca. Joe semakin panik “Katakan, Jiyeon. Apa yang terjadi? Kau mendapat kabar apa?”
“Uri…. dongsaeng, Sulli. Dia…. hamil, Joe” Ucap Jiyeon sambil terisak. Joe memeluk Jiyeon dengan erat, ia tak tahu harus berkata apa.

~My f&d~
Jiyeon dan Sulli sudah sadar sepenuhnya. Jiyeon memutuskan agar Sulli memberi tahu Kai masalah ini.
Sulli mengajak Kai berjalan-jalan hari ini agar dia bisa lebih nyaman mengungkapkan apa yang telah terjadi. Mereka memilih menghabiskan waktu makan siang di salah satu foodcourt mall yang mereka kunjungi. Sulli membulatkan tekadnya untuk memberitahu Kai sekarang.
“Kai, aku ingin bilang sesuatu padamu” Ucap Sulli, berbasa-basi. Kai mengangguk “Katakan saja” Sulli menghela nafas terlebih dahulu. Tapi, Kai masih saja fokus makan, membuat Sulli tidak bisa mengatakannya “Kai, bisa kau dengar aku dulu?”
“Ya. Mian” Kai tersenyum, salah tingkah. Sulli hanya tersenyum, tipis. “Katakanlah!” Ucap Kai mempersilahkan.
“Jika sesuatu terjadi padaku, apa kau akan tetap bersamaku?” tanya Sulli diawal. Kai mengangguk yakin “Tentu saja. Sekalipun nanti kau mengidap penyakit yang sulit disembuhkan, aku akan tetap ada di sampingmu”. Kai melanjutkan “Tapi, kau jangan sampai sakit. Nanti aku juga ikut sakit”
Sulli tersenyum, ia mulai yakin bahwa Kai sama seperti Seungho, bukan Kris. Sulli pun merasa lebih ringan untuk mengatakannya “Kai, sebenarnya aku…” Tiba-tiba HP Kai berbunyi “Mian. Tunggu sebentar”
Kai memutuskan sambungan telepon “Tadi dari eomma. Lanjutkanlah apa yang ingin kau katakan” Sulli mengangguk “Sebenarnya aku….hamil”
“Andwe! Bercandaanmu sangat murahan, Sulli” Kai tertawa kecil, tidak percaya pada Sulli. Tapi, Sulli berusaha meyakinkan Kai “Aku tidak bercanda. Lagipula, kita memang pernah melakukannya”
Kai tampak tidak terima “Kuberitahukan padamu, eommaku akan datang ke Seoul dan menjemputku untuk kembali ke Tokyo. Aku tidak bisa. Kita hanya pacaran. Kau tidak bisa memintaku untuk hal yang lebih” Kai bangkit dari duduknya “Aku pergi. Akhiri saja hubungan ini”
Sulli benar-benar terkejut. Ia tak percaya, Kai bisa seperti itu.

~My f&d~
Sulli memberitahukan tentang Kai pada Jiyeon. Jiyeon makin bingung. Ia tak menyangka Kai yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri bisa setega itu pada Sulli yang katanya sangat dia cintai. Setelah berpikir cukup lama, Jiyeon memutuskan agar Sulli memberitahukan hal ini pada Hwayoung dan meminta bantuan Hwayoung sebagai kakak sepupu Kai.
Hwayoung amat terkejut mengenai fakta yang baru saja Sulli katakan, apalagi ini juga mengenai Kai, sepupu yang selama ini selalu menyemangatinya.
Hwayoung mengajak Kai bicara di ruang makan saat ibunya sedang bekerja dan mereka hanya berdua di rumah.

“Ada apa, noona?” Tanya Kai, tidak merasa curiga sama sekali. Ia mengambil air minum sebelum berdiri di depan Hwayoung.
“Aku hanya penasaran. Bagaimana hubunganmu dengan Sulli belakangan ini? Sulli terlihat murung, apa kau tahu penyebabnya?” tanya Hwayoung basa-basi, agar Kai tidak merasa terpojokkan nanti. Kai tampak berpikir “Entahlah. Kami sudah putus”
Mata Hwayoung membulat “Wae? Apa masalah besar menimpa kalian?” Kai menggeleng, pelan “Ini karena aku akan segera kembali ke Tokyo. Aku tidak ingin membebani Sulli, dan akhirnya kami memilih untuk berpisah” Jelas Kai, santai. Hwayoung tidak mengerti, kenapa Kai terlihat tidak mengetahui masalah kehamilan Sulli sama sekali.
“Aku punya pertanyaan, tapi, kau harus menjawabnya dengan jujur” Ucap Hwayoung, mencoba serius. Kai mengangguk santai. Hwayoung bertanya secara perlahan “Apa kau tahu soal kehamilan Sulli?” Kai menghembuskan nafas, berat lalu tertawa meremehkan “Sudah bisa kutebak, pasti itu yang noona ingin katakan”
“Apa maksudmu?” Bingung Hwayoung.
“Sudahlah, noona. Pokoknya, aku tidak akan bertanggung jawab. Itu bukan kesalahanku. Kalau mau, dia tinggal aborsi saja” Jawab Kai, enteng, membuat Hwayoung amat kesal “Mwo? Aborsi saja? Bagaimana kau bisa mengatakannya disaat anak dalam kandungan Sulli adalah anakmu”
“Lalu aku harus apa? Bertanggung jawab lalu merusak masa depanku? Atau aku juga harus merusak nama baik keluarga kita? Berpikirlah dengan jernih, noona” Tantang Kai. Tiba-tiba Hwayoung menampar Kai “Babo! Baboya! Kalau kau tidak ingin bertanggung jawab, kenapa kau melakukannya?”
“Itu semua terjadi dengan sangat cepat. Ini bukan kesalahanku sepenuhnya. Aku melakukannya untuk menenangkan Sulli yang sedang frustasi memikirkan masalah kalian” Sekali lagi, bersikap sangat santai. Sedang Hwayoung justru makin naik darah “Kau benar-benar tidak ingin bertanggung jawab? Geureu. Aku akan memberitahukan ini pada orang tuamu”
Ekspresi Kai sedikit tergoyahkan “Bisa-bisanya kau berpikir licik seperti itu, noona?” Hwayoung tak peduli lagi “Ini bukan mauku yang sesungguhnya”
Kai mulai berbicara “Baik. Ini juga bukan mau ku yang sesungguhnya. Kalau noona memberitahukan masalah Sulli pada orang tuaku, aku juga akan memberitahukan kehamilan noona pada orang tua noona”
Tiba-tiba, kaki Hwayoung serasa lemas, ia berusaha untuk tetap berdiri dan berpegangan pada meja makan “Bagaimana kau bisa mengetahuinya?”. “Kris sendiri yang memberitahuku. Mian, noona. Aku juga perlu memikirkan masa depanku” Setelahnya, Kai masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Hwayoung yang amat bimbang.

~My f&d~
Krystal mendekati Jiyeon yang sedang melamun “Jiyeon~”
Jiyeon melirik Krystal sesaat, lalu kembali fokus pada pikirannya sendiri.
“Tenanglah! Apa kau tidak percaya pada Hwayoung? Daripada memikirkan Sulli, lebih baik kau pikirkan dirimu sendiri. Lihat! Bentuk badanmu mulai berubah” Cerocos Krystal.
“Daripada kau pikirkan aku, pikirkan juga tubuhmu yang beberapa bulan ke depan akan memelar” Ketus Jiyeon, meninggalkan Krystal
“Kau tidak usah mengganggunya, dia sedang dalam masa sulit” Ucap Luhan yang baru saja menghampiri Krystal. Krystal mengerucutkan bibirnya “Arraseo”

~My f&d~
Hwayoung berniat membicarakan masalah Kai pada Sulli di rumah Kai yang sekarang ditempati oleh Suzy. Hwayoung sudah berada di depan rumah, tapi ia masih ragu untuk masuk ke dalam. Jujur ia tak berani memberitahukan yang sebenarnya pada Sulli.
Suzy yang baru saja kembali setelah membeli, keheranan melihat Hwayoung yang berdiri di depan rumah tanpa masuk. Suzy menghampiri Hwayoung “Hwayoung! Apa yang kau lakukan disini?” Hwayoung menjadi gugup “A-aniyo. Aku baru saja mau masuk”
“Kalau begitu, ayo kita masuk” Ajak Suzy. Hwayoung mengangguk.
Kedatangan mereka disambut oleh Sulli. Sulli segera menghampiri Hwayoung “Unnie, apa kau sudah bicara pada Kai?” Hwayoung terlihat sangat menyesal. Sulli sadar maksud ekspresi Hwayoung “Apa Kai tidak ingin bertanggung jawab?” tanya Sulli, sedih. Hwayoung mengangguk terpaksa “Mian, Sulli”
Hwayoung berniat untuk memberitahukan kepada Sulli dan Suzy mengenai rahasia yang selama ini ia pendam “Aku ingin memberitahukan sesuatu pada kalian”
Ia kembali melanjutkan “Sebenarnya, alasan aku tidak bisa putus dengan Kris karena aku mengandung anak Kris” Suzy dan Sulli benar-benar terkejut. Mereka tidak menyangka hal itu terjadi pada Hwayoung.
“Nado” Ucap Suzy, pelan. Hwayoung menatap Suzy “Nado apanya?”. “Aku juga hamil” Sulli terkejut untuk kedua kalinya, sedang Hwayoung tak menyangka mereka bertiga hamil. Terlebih lagi Sulli yang sudah tahu bahwa Jiyeon dan Krystal juga hamil.
“Aku tidak bisa memberitahukan masalah ini kepada orang tua Kai karena nanti dia juga akan memberitahukan orang tuaku kalau aku hamil. Jujur, aku lebih memilih melarikan diri daripada membuat ibuku kecewa” Jelas Hwayoung. Tiba-tiba Sulli kepikiran Jiyeon “Kita bisa melarikan diri. Kita bisa ke Jeju lalu bertemu Jiyeon unnie dan Krystal unnie”
“Bertemu Jiyeon dan Krystal?” Suzy tak mengerti. Sulli mengangguk “Mian. Selama ini tidak memberitahu kalian kalau aku tahu dimana Jiyeon dan Krystal. Hanya saja aku sudah berjanji pada Jiyeon unnie”
“Lalu, kenapa mereka ada di Jeju? Kenapa tidak kembali ke Seoul?” tanya Hwayoung, bingung. Sulli menatap sedih “Jiyeon unnie dan Krystal unnie hamil. Jiyeon unnie sudah 16 minggu. Sedang Krystal unnie sudah 6 minggu”
“Seolma! Bagaimana bisa kita berlima hamil?!” Suzy benar-benar syok. Hwayoung juga terlihat syok tapi ia mencoba menenangkan dirinya “Geureu. Ayo kita menyusul mereka. Lupakan kehidupan kita di Seoul dan mulai hidup baru di Jeju”

~My f&d~
Jiyeon, Krystal, Luhan, Joe, Soyu, dan salah satu teman Joe yang juga pacar Soyu, Sungkyu telah bersiap di bandara. Mereka menunggu kedatangan Suzy, Hwayoung, dan Sulli.
“Aku tak menyangka kehidupan di Seoul sekejam ini” Ucap Soyu. Krystal hanya bisa mengangguk. Luhan juga berkomentar “Tak menyangka akan bertemu dengan Suzy lagi. Sepertinya dia banyak berubah. Dulunya dia cukup gemuk”
“Ya. Kau akan terkagum-kagum melihat Suzy yang sekarang. Ia benar-benar banyak berubah” Respon Jiyeon terhadap ucapan Luhan.
Tidak lama kemudian, orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba. Jiyeon segera memeluk Sulli. Sedang Hwayoung memeluk Suzy dan Krystal. Mereka berkangen-kangenan cukup lama.
Setelahnya, baru mereka menuju ke villa milik Luhan yang sekarang ini Jiyeon juga sudah tinggal di villa itu bersama Krystal. Setelah sampai, Jiyeon dibantu Krystal membuatkan minuman. Sedang yang lain mengobrol di ruang tamu.
“Krystal dan Jiyeon terlihat bahagia di sekitar kalian. Terima kasih telah menjaga mereka” Ucap Hwayoung, selaku yang tertua diantara kelima sahabat itu. Luhan membalas dengan senyuman, sedang Joe membungkuk kecil.
“Oh ya, benar kata Jiyeon. Kau sangat berubah, Suzy” Ungkap Luhan, takjub. “Aku tahu dulu aku memang sedikit gemuk tapi tidak buruk-buruk amat, kok” kata Suzy, membuat Luhan tertawa kecil.
Mereka berlima pun tinggal di villa milik Luhan yang Krystal sewa. Hwayoung berniat mencari pekerjaan dan dengan beruntungnya mendapat pekerjaan sebagai operator warnet di dekat mini market tempat Joe dan Soyu kerja, yang ternyata warnet tersebut adalah milik Sungkyu, kekasih Soyu.
Suzy juga mendapat pekerjaan sebagai pengantar susu di sebuah daerah di pusat kota. Sebenarnya pekerjaan itu adalah pekerjaan yang Jiyeon dapatkan tapi karena kandungannya yang sudah 4 bulan, Jiyeon menghindari pekerjaan yang menggunakan kendaraan beroda dua terlalu lama. Alhasil, Jiyeon, Sulli, dan Krystal belum mendapat pekerjaan.

~My f&d~
Suzy berangkat kerja jam 5 pagi karena pusat kota cukup jauh dari villa tempat tinggalnya. Ia naik kereta dan melanjutkannya dengan bis. Sudah jam 06.30 saat dia sampai di pabrik. Jelas dia sangat terlambat untuk ukuran pengantar susu yang mengantarkan susu pagi-pagi sekali.
Tanpa babibu, Suzy segera berangkat ke tujuan pertamanya, sebuah perumahan. Walau ia terlambat, tapi ternyata belum ada yang memeriksa susunya. Sampai di sebuah rumah yang si pemilik sudah menunggu di depan pintu. Si pemilik rumah itu terlihat sangat marah “Bagaimana bisa kau terlambat mengantarkan susu? Sepertinya kau orang baru. Kau membuatku terlambat”Bentak orang itu. Suzy membungkuk minta maaf “Maafkan saya, pak. Saya sangat minta maaf karena saya masih baru” Orang itu tidak peduli dan buru-buru masuk ke mobilnya, lalu melaju pergi.
Suzy menggerutu kesal “Jinjja! Dasar tidak punya perasaan” Suzy segera melanjutkan pekerjaannya.

~My f&d~
Jiyeon, Krystal, dan Sulli yang kebosanan di villa berjalan-jalan ke pusat kota. Mereka mengunjungi perpusatakaan.
“Sudah lama aku tidak baca buku selain buku ibu hamil yang Krystal punya” Ungkap Jiyeon. “Aku juga. Jadi kangen baca buku pelajaran” Angguk Krystal, setuju.
“Ya udah, unnie bisa cari buku buat belajar” Ucap Sulli yang dibalas anggukan oleh Krystal dan Jiyeon. Mereka lalu berpencar di perpustakaan. Tiba-tiba, Jiyeon mendengar keributan dari ruang belakang perpustakaan.
“Apa kau tidak bisa segera mencari asisten untukku, direktur? Sangat sulit mengurus perpustakaan sebesar ini sendirian” Keluh seorang namja pada namja lain.
“Kami juga sedang mencarinya. Bertahanlah sebentar lagi” Ucap namja kedua, mencoba menenangkan
“Sudah sebulan aku kerja sendiri jadi pustakawan. Aku tidak bisa menunggu lagi”
Jiyeon terus mendengar perdebatan antara pustakawan dan direktur perpustakaan. Tiba-tiba, direktur itu keluar. Jiyeon memberanikan dirinya “Permisi” Direktur itu berbalik “Ya. Ada apa?”
“Apa kau mencari asisten pustakawan?” tanya Jiyeon, hati-hati. Direktur itu mengangguk “Ya. Saya sedang mencari asisten pustakawan. Apa anda mengenal orang yang bisa bekerja disini? Atau anda sendiri ingin bekerja disini?”
“Kalau bisa saya ingin bekerja disini” Jawab Jiyeon. Direktur itu tersenyum senang “Baiklah. Kau bisa membawa berkas-berkasmu besok”
“Tapi, saya masih berusia 17 tahun dan tentunya belum lulus SMA” Ucap Jiyeon, ragu. Direktur itu menghela nafas “Sayang sekali. Kau harus minimal lulus SMA” Jiyeon menunduk. Ia tahu tak akan bisa mendapat pekerjaan ini.
“Terima saja dia” Sahut namja yang merupakan pustakawan. Direktur itu menatap si pustakawan “Onew, kita tidak bisa menerima dia”
“Aku tidak peduli lagi. Aku sangat capek bekerja sendirian. Kalau dia tidak bekerja besok. Lebih baik aku mengundurkan diri. Memangnya siapa yang betah menjadi pustakawan” Cerocos pustakawan bernama Onew lalu berjalan menjauh.
Direktur itu melirik Jiyeon “Baiklah. Ambil kartu namaku. Nanti aku hubungi” Direktur itu pun juga pergi menyusul Onew. Jiyeon membaca nama yang tertera di kartu nama itu ‘Kim Jaejoong’
Jiyeon lalu mencari teman-temannya. Ia memberitahukan hal tadi kepada teman-temannya. Mereka lalu memutuskan pergi menemui Hwayoung di warnet tempatnya bekerja.

~My f&d~
Ting… Seorang pelanggan berjalan ke arah operator untuk membayar bon-nya. Namja itu sempat bertegur sapa dengan Sungkyu yang berjalan masuk. Sungkyu menghampiri Hwayoung “Bagaimana hari pertamamu?”
“Baik. Tidak ada masalah” Jawab Hwayoung, tersenyum. “Kalau kau membutuhkan bantuanku jangan segan-segan untuk memberitahukannya” Ucap Sungkyu. Hwayoung mengangguk. Sungkyu lalu pergi.
Hwayoung mengawasi isi warnet dari meja operator sambil membuka materi-materi yang harusnya ia pelajari di sekolah. Hwayoung memanfaatkan pekerjaan ini sebagai sumber belajar. Ia mengerjakan beberapa soal dengan serius.
Pintu terbuka. Hwayoung bersiap untuk membungkuk, tapi diurungkan setelah tahu bahwa orang yang membuka pintu adalah Krystal disusul Sulli.
“Unnie, bagaimana pekerjaanmu?” tanya Krystal. Hwayoung menjawab “Baik-baik saja. Sejauh ini aku merasa nyaman. Aku juga bisa sekalian belajar”
“Jiyeon unnie mendapat pekerjaan di perpustakaan. Dia juga bisa sekalian belajar. Sangat menguntungkan” Komen Krystal, sedikit iri. Hwayoung tertawa kecil “Kalau begitu, kau juga harus mencari pekerjaan yang menguntungkan”. “Memang itu yang aku mau”
“Oh ya, kemana Jiyeon? Ada di rumah?” tanya Hwayoung karena tak melihat Jiyeon. Krystal menggeleng “Jiyeon pergi ke apartement Joe untuk menyampaikan kabar baik soal pekerjaannya” Hwayoung menganggung-ngangguk mengerti.
“Sebenarnya, Joe dan Jiyeon unnie itu pacaran atau tidak?” Tanya Sulli, bingung. Hwayoung ikut menatap Krystal karena ia juga penasaran tentang ini. Krystal sendiri mengendikkan bahunya “Hubungan mereka memang tidak jelas. Sudah pasti bahwa mereka saling menyukai, tapi Joe belum menyatakan perasaannya secara resmi pada Jiyeon. Jadi, hubungan mereka memang gantung”
“Kalau aku lihat, Joe itu baik kok” Komen Sulli.
“Tapi, Joe punya kepribadian yang sangat mirip dengan Seungho. Aku merasa sedikit takut” Ungkap Hwayoung, yang dibalas anggukan oleh Krystal

~My f&d~
Jiyeon membuat teh untuk dirinya dan Joe. Joe sendiri menunggu di sofa depan. Jiyeon membawakan teh itu ke depan.
“Baguslah kalau kau sudah dapat pekerjaan” Ucap Joe.
“Hanya saja letaknya sangat jauh. Kalau saja aku masih tinggal disini, jaraknya tidak akan terlalu jauh”
“Aku pikir juga seperti itu. Apa kau tidak berniat kembali ke apartementmu disini?”
“Aku mau. Tapi, kami harus menghemat biaya jadi jalan satu-satunya adalah tinggal di rumah yang sama. Villa itu pun lebih bagus dan juga tidak mahal-mahal amat”
“Bagaimana kalau kau tinggal bersamaku?” tanya Joe, tegas. Jiyeon terkejut, ia tak tahu harus mengartikan tawaran Joe ini seperti apa “Apa maksudmu, Joe?”
“Maksudku, tinggallah bersamaku disini. Aku juga akan sangat rindu padamu kalau kita tidak bertemu dalam jangka waktu yang lama” Jawab Joe, masih membuat Jiyeon merasa ambigu “Aku benar-benar tidak mengerti. Bisa kau jelaskan lebih detail”
Joe tertawa kecil, merasa kalau dirinya terlalu kaku. Ia lalu menggapai tangan Jiyeon “Aku mau kau di sampingku, Park Jiyeon” Sekarang Jiyeon benar-benar mengerti. Sangat mengerti. Dan ini membuatnya tak dapat berkata apa-apa.
Joe kembali berbicara “Aku tahu aku terlalu teburu-buru, tapi sejak kau pindah, aku merasa sangat takut kehilanganmu”
“Apa kau akan menerimaku?” tanya Joe ragu. Jiyeon mulai membuka mulutnya “Bukankah aku yang harus bertanya, apa kau bisa menerimaku dengan keadaan yang seperti ini?” Joe mengangguk pasti “Aku bisa. Aku sudah memikirkannya dengan matang. Kalau saja aku tidak ingin, aku takkan mengungkapkan perasaanku ini”
“Baiklah. Mari kita coba” Jawab Jiyeon, sambil tersenyum. Joe segera menarik Jiyeon ke dalam pelukannya.

~My f&d~
Joe mengantar Jiyeon ke perpustakaan hari ini karena Jiyeon menginap di rumah Joe, semalam. Joe memberikan Jiyeon semangat sebelum Jiyeon masuk ke dalam perpustakaan.
Dengan percaya diri, Jiyeon masuk ke dalam perpustakaan dan menemui pustakawan perpustakaan yang akan menjadi tempatnya bekerja “Annyeonghaeseyo~” Sapa Jiyeon.
“Geureu. Siapa namamu? Apa berkas-berkasmu sudah ada? Kalau ada taruh saja di ruang belakang. Kalau tidak juga tidak apa-apa. Kau bisa membawanya besok” Ucap si pustakawan dengan cepat.
“Namaku Park Jiyeon” Jawab Jiyeon. “Namaku Onew. Sekarang, kau ambil buku-buku di meja pustaka sana dan kembalikan ke tempat semula” Perintah Onew. Jiyeon mengangguk. Terlebih dahulu ia menyimpan tasnya di ruang belakang lalu membawa buku-buku yang dimaksud Onew ke tempat yang sebenarnya.
“Sepertinya hari ini akan berat. Tapi, aku harus bisa mencobanya”

~My f&d~
Jiyeon telah memutuskan untuk tinggal bersama Joe, tapi dia akan sering berkunjung ke villa. Suzy sendiri masih kesusahan saat pergi kerja seperti biasanya. Suzy berangkat jam 4 karena ia harus naik kereta lalu naik bus. Belum lagi perjalanan keliling-keliling daerah tempatnya mengantar susu.
Seorang namja berpakaian lengkap sudah menunggu di depan rumahnya. Suzy turun dari motornya dan segera memberikan susu itu kepada si namja.
“Bagus. Sekarang kau sudah tidak terlambat lagi” Puji si namja walau masih mengandung unsur sindiran.
“Aku memang tidak pernah terlambat kecuali hari pertama itu. Kau tidak seharusnya mengungkapkan hal itu lagi” Kesal Suzy. Namja itu tersenyum tipis “Baiklah”
Suzy lalu kembali ke motornya, tepat setelah itu, sebuah motor tiba-tiba menyambar Suzy. Suzy berusaha menghindar tapi ia malah terjatuh dan menyambar motornya sendiri, lalu jatuh tertimpa motor.
TBC
.
.
.

Advertisements

7 thoughts on “[FREELANCE] Chapter 5 : my future and generation

  1. Pingback: My Future & Generation [Chapter 12] | INDO FANFICTIONS

  2. Pingback: [Chapter 11] My Future & Generation | INDO FANFICTIONS

  3. Pingback: My Future & Generation[Chapter 10] | INDO FANFICTIONS

  4. Pingback: My Future & Generation[Chapter 9] | INDO FANFICTIONS

  5. suzy kecelakaan thor? Apa dia baik2 aja? Hah apa joe bneran suka sma jiyeon? Akhirnya kelima sahabat itu semuanya berada di jeju, hah apa mereka semua akan baik2 aja thor?

  6. Pingback: My Future & Generation[Chapter 8] | INDO FANFICTIONS

  7. Pingback: My Future & Generation[Chapter 6] | INDO FANFICTIONS

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s