10 Minutes

10 Minutes

10 Minutes

Cast: Chanyeol (EXO) and Baekhyun (EXO) || Genre: Brothership, Angst || Length: Ficlet || Rating: PG

“Let’s walk together till the end of this road.”

 Logo.psd

.

.

Chanyeol tahu kalau Baekhyun tak sama lagi, ia punya orang lain di hatinya. Chanyeol tahu kalau Baekhyun tak akan membalasnya lagi, tidak seperti dulu. Chanyeol tahu kalau Baekhyun akan memintanya berhenti. Chanyeol tahu kalau Baekhyun…

Tapi Chanyeol tetap bersikeras. Ia ingin berjalan hingga akhir bersama Baekhyun. Setidaknya hingga ujung jalan ini.

 

Let’s walk together till the end of this road, Baek.

 

***

 

Chanyeol ingat pasti, hari itu ia pergi menjemput Baekhyun di bandara. Ia membawa buket bunga lengkap dengan kartu ucapan yang tersemat di sana. Chanyeol juga membawa dua cup green tea latte—minuman yang jadi favorit mereka berdua. Oh, God. Hanya membayangkan wajah Baekhyun yang gembira saat menerima hadiah darinya saja sudah membuat Chanyeol bahagia setengah mati. Bagaimana jika Chanyeol melihat wajah Baekhyun secara langsung? Apa mungkin ia akan langsung mati?

 

Tapi, tidak.

 

Baekhyun tak tersenyum, tak gembira seperti yang ada di bayangan Chanyeol. Ia duduk di bangku penumpang, tepat di samping Chanyeol.

“Kau baik-baik saja?” tanya Chanyeol dari balik kemudinya, khawatir di waktu yang bersamaan. Chanyeol melirik sekilas ke arah Bakhyun, coba cari tahu apa yang tergurat di wajahnya.

“Kau sudah dengar beritanya, kan?” Baekhyun membalas dengan datar, tak kalah dingin dengan udara di kutub utara.

Chanyeol hanya diam, membisu untuk sesaat. Ia kemudian menawarkan Baekhyun green tea latte yang dibawanya. “Kurasa kau butuh green tea latte untuk perbaiki perasaanmu, Baek.”

Baekhyun memutar bola matanya, lantas mengucapkan perkataan sarkatis yang jarang sekali ia gunakan. “Kau tahu ada yang tak benar dengan perasaanku, tapi kau tak tahu soal berita itu?”

Sekali lagi Chanyeol hanya diam.

“Meskipun aku meminum berpuluh-puluh cup green tea latte, itu tak akan mengubah apa pun, Yeol.”

Chanyeol menarik napasnya dalam-dalam, berusaha mengatur emosi dalam hatinya. “Nikmati saja green tea latte-nya, kita bicara saat sudah sampai tujuan.”

Maka Baekhyun menyandarkan kepalanya, istirahatkan pikiran barang sejenak. Ia kemudian memejamkan matanya, satu yang kerapkali Chanyeol kagumi keindahanya.

 

***

 

Mereka berjalan berdampingan, menyusuri jalan setapak tempat pertama kali mereka bertemu. Semuanya masih sama, bahkan lubang yang menjadi penyebab utama Baekhyun jatuh di hadapan Chanyeol dulu pun masih ada.

“Apa sekarang aku boleh bicara?” Baekhyun bertanya, lelah terus berjalan dengan pikirannya yang terus melayang.

Yang diajak bicara hanya membisu, terus berjalan beriringan dengan tatapan kosong di matanya. Baekhyun mengalihkan pandangannya, menatap lurus ke ujung jalan setapak yang masih lumayan jauh.

“Menurutmu, butuh berapa menit untuk mencapai ujung jalan ini?”

“..sepuluh menit, mungkin?”

“Kalau begitu, ayo kita selesaikan dalam waktu kurang dari sepuluh menit.”

Langkah Chanyeol terhenti, pandangannya hanya terfokus pada Baekhyun yang berdiri di hadapannya.

“Kau tahu kalau kita tak bisa bersama lagi. Kau tahu kalau aku menemukan seseorang saat aku pergi ke Paris. Kau tahu kalau hubungan kita tak bisa berjalan lagi. Lalu kenapa kau masih begini, Yeol?”

Chanyeol tak merespon.

“Orang-orang sudah tahu kebenarannya. Mereka membenciku sekarang, menyorakiku seolah aku adalah manusia paling hina di muka bumi ini. Tapi aku tak menyesal, Yeol.  Karena aku menyukainya.

Ucapan Baekhyun membunuh Chanyeol perlahan, menghidupkan rasa sakit yang semakin lama terasa sangat menyiksa. Kemudian tepat di akhir kalimat, Chanyeol tertikam oleh kata menyukainya. Baekhyun menyukai orang itu, bukan Chanyeol. Itulah faktanya.

“Yeol, aku bicara padamu. Bukan pada benda mati yang bahkan tak memiliki hati.”

“Kau ingin makan ice cream? Kau suka rasa vanilla, kan? Akan kubelikan satu untukmu, oke?”

Chanyeol tersenyum tepat di akhir kalimatnya, hampir beranjak pergi bila Baekhyun tak memegang lengannya. Sepasang manik itu tampak rapuh, berkaca-kaca di waktu yang bersamaan. Chanyeol benci pemandangan ini. Chanyeol tak suka melihat Baekhyun menangis.

“Yeol, kumohon. Jangan bersikap seperti ini.”

Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak, Baek. Kau hanya bosan.”

“Yeol..”

“Mungkin kau, kau hanya salah mengartikan. Kau hanya merasa senang sesaat, Baek.”

“Senang sesaat? Aku bukan anak kecil yang tak bisa membedakan cinta dan kasih sayang, Yeol.”

Baekhyun kemudian melangkahkan kakinya, perlahan menjauh dari Chanyeol yang masih membeku di belakangnya. Sudut mata Chanyeol sudah basah sejak tadi, matanya bergetar dan tenggorokannya terasa tercekat.

Chanyeol berlari, mengejar Baekhyun.

 

“Kau hanya bosan. Aku percaya itu, Baek.”

 

“Tidak, Yeol.”

 

“Kau bisa pulang kapan pun kau mau.”

 

“Aku tak akan pulang.”

 

“Aku akan menunggumu.”

 

“Jangan tunggu aku.”

 

“Saat kau sudah menyadari perasaanmu, kembalilah padaku.”

 

“Aku tak akan pernah kembali, Yeol.”

 

“Terakhir, jangan lupakan aku.”

 

“..aku akan melupakanmu.”

 

Chanyeol tersenyum dengan berat hati. Ia kemudian melangkah menuju ujung jalan yang sudah sangat dekat. Namun, tepat di langkah keenam, ia terhenti. Sesuatu terlintas di benak Chanyeol, satu yang mampu membuatnya berbalik dan melihat Baekhyun yang tengah menangis.

Saat itu juga, Chanyeol kembali pada Baekhyun. Ia meraih tangan Baekhyun, mengisi tiap celah kosong di sana seolah memang diciptakan untuk melakukannya.

Sekali lagi Chanyeol tersenyum, namun kali ini dengan sepenuh hatinya.

“Setidaknya, kita harus berjalan sampai ujung, kan? Dulu, kita juga mengawalinya seperti itu.”

Baekhyun hanya diam, tak mengerti dengan jalan pikiran pria yang berdiri di hadapannya. Chanyeol kemudian memasukan tangan mereka yang terpaut ke dalam saku outwear-nya.

 

Let’s walking together till the end of this road, Baek.”

 

 

END

 

A/N: No sense banget, hahaha. Semoga feel nya dapet yah sodara sodara ><  Jangan tikam aku, oke?

12 thoughts on “10 Minutes

  1. astaga, nusuk hati banget jlebbb ^^ feel nya dapet plus bahasa nya keren 😀 ahhh, kok aku jadi suka baekyeol yaa..? hueehehehe keren

    • Ciee, udh baca nih jadinya? >.< Chanbaek itu terlalu real untuk ditolak ((mulai menghasut)) Tapi hunhan jg ga kalah sih ._. Fufufu, maaccihhh yaa udh ninggalin komentar ^^

  2. Pingback: Never Die (10 Minutes Sequel) | INDO FANFICTIONS

  3. Chanbaek kyaaa >w<

    Ini nge-feel banget, sumpah. Aku nggak bisa bayangin wajahnya bang Cenyol yang nahan sedih gitu TT ngg, jadi someone yg Bekyun temui di Paris itu, disukai Bekyun kan? Semoga aku gak salah tangkap hehe xD duh bang Cenyol sama aku aja ya ;-; ((geret Cenyol ke kamar))

    Overall, airmata udah diujung banget nih :') tapi ntah kenapa ga bisa nangis meski nyesek di dalem xD keren kak ff nya! Aku jadi pengen bikin kolaborasi ff sama kakak TT ((dibuang ke jurang))

    Ditunggu karya lainnya ya~ semangat! ♥

  4. Aigoo keren ffnya!! Eh ini ffnya apa karena scandal dating baek kah? Eh maaf sok tau .-.

    Pokoknya bagus ffnya! Dan masalah feel, yaampun feelnya dapet bangeeeet dan diksinya juga bagus >w<
    Keep writing and fighting ya!~ c:

    Ohya, aku author jg disini. Kita belum kenalan kah? Aku syifa, 00L 😀 ya kalo udh kenalan, kenalan lagi gapapa ya :3 /maklum penyakit lupanya akut XD

    • Hei hei syifa~ Kita belom kenalan kok, hehe. Duh, lagi lagi lebih muda dari aku nih >.< Aku 98L. Sebenernya, sedikit terilhami dari situ sih… Abis pas masa masa itu, aku ngerasa gimanaa gitu.. Plus ada temen yg ngerequest ff macam ini. Haha. Makasihh yaa komentarnya ^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s