Heartless

HYUNFAYOUNGIE
PRESENTS

Luhan & Baekhyun || Thriller, Psycho/Hurt || PG || Ficlet

luhan2

Aku hanya.. ingin melukis di tubuhmu, juga.


Byun Baekhyun melangkahkan kakinya ditengah dinginnya udara malam ini. Dia terus berjalan. Sesekali dirinya mengeratkan jaket karena udara dingin yang begitu menusuk. Wajah bahkan bibirnya pun sudah pucat. Pipi yang sebelumnya chubby kini menjadi tirus. Ah, ini bukan karena dirinya yang sakit melainkan karena fisiknya tidak cukup kuat untuk melawan dinginnya udara.

Tak bisa dipungkiri, kepulan-kepulan kecil asap terus keluar dari mulut kecilnya. Dia menggosokkan kedua telapak tangannya guna menciptakan rasa hangat. Berhasil, namun itu tak berlangsung lama karena kehangatan yang dihasilkan oleh gesekan kedua telapak tangannya bersifat sementara.

Entahlah, dalam hati dia terus meraung-raung mengapa dia belum tiba juga dirumah. Rasanya seperti sedang berjalan di jalan beraspal yang tak berujung. Sampai akhirnya dia bertemu sesosok lelaki yang jalan berlawanan arah dengannya. Sosok itu sangat familiar. Hingga sampai mereka berdampingan, laki-laki itu melemparkan senyum padanya. Baekhyun pun membalas dengan senyuman pula.

“Baekhyun, bagaimana kabarmu?” Sapaan itu terdengar khawatir. Namun Baekhyun mencoba untuk bersikap bahwa semuanya baik-baik saja. “Aku baik, Luhan hyung. Hanya saja.. sedikit demam karena hawa dingin saat ini,” ujarnya seraya mengulas senyum tipis.

Luhan mengangguk mengerti. Dia menepuk pelan pundak Baekhyun lalu mendekatkan mulut mungilnya ke arah telinga Baekhyun, “Kau mau berkunjung ke rumahku? Aku sudah menyiapkan beberapa makanan..” Baekhyun tersenyum, dia mengangguk. Tidak ada salahnya berkunjung kerumah teman malam-malam begini, kan? Lagipula dia sendiri juga belum makan barang sesuap nasi pun.

“Ah, baiklah. Tapi aku harus mengambil sesuatu di rumah dulu. Setelah itu aku akan langsung ke rumahmu.” Tutur Baekhyun sebelum Luhan benar-benar menghilang dari pandangannya.

Baekhyun  mengernyitkan dahi, seperti ada yang mencurigakan dari gerak-gerik Luhan? Ah entahlah. Baekhyun sendiri juga tidak mau berpikiran negatif. Lagipula, Luhan juga orang yang baik.

.

.

.

Jika saja Baekhyun tidak benar-benar datang ke rumah Luhan, dia tidak akan mengalami ini semua. Dia tidak perlu melihat pemandangan yang sangat mengerikan juga menjijikkan. Darah berceceran dimana-mana, jeritan yang terdengar sana sini, serta sesosok laki-laki yang terkulai lemah dilantai.

Dia menutup hidungnya, tidak kuat dengan bau anyir yang dihasilkan dari darah itu. Perutnya terasa mual terlampau batas, rasanya dia ingin memuntahkan semua yang ada di perutnya, tapi tak bisa. Dia tak menyangka, bahwa Luhan yang dikenalnya baik itu menjadi seperti ini. Luhan menjadi psycho. Terbukti dari satu tangan Luhan yang memegang sebilah pisau. Tak salah lagi, Luhan lah pelakunya.

Rasanya dia benar-benar muak. Laki-laki itu bukan Luhan. Pasti ada yang merasuki tubuhnya sehingga Luhan menjadi psycho seperti sekarang, yakin Baekhyun. Namun saat dia ingin berbalik, terdengar suara.

“Hei, Baekhyun!” Sapaan itu terdengar ceria namun mampu membuat bulu kuduk Baekhyun berdiri. Kakinya terasa dipaku, dan perutnya masih terasa mual. Dan, untuk apa Luhan memanggilnya? Dia mulai merasa tak enak. Pikirannya sudah melayang-layang akan dirinya yang akan diperlakukan sama seperti laki-laki yang sedang terkulai lemah di lantai rumah Luhan.

Darah masih terus mengalir dari setiap titik luka laki-laki itu. Jari-jemarinya pun sudah hilang entah kemana, dan terdapat beberapa bekas tusukan pisau disekitar perut dan punggungnya.

Namun belum sempat Baekhyun bicara, Luhan lebih dulu menyemburkannya dengan kata-kata yang manis –namun mengerikan.

“Lihat, aku sedang melukis. Apa lukisannya bagus? Ah apa kau juga ingin dilukis seperti ini?” Luhan tertawa. Dia mengasah sebilah pisau yang dipegangnya serta menjilat ceceran darah disetiap sisinya sampai benar-benar habis. Baekhyun menelan salivanya sulit. Matanya benar-benar merah dan sakit melihat pemandangan yang ada dihadapannya sekarang.

Luhan beranjak dari duduknya dan mulai menghampiri Baekhyun –dengan senyum mengerikan. Semuanya masih terasa sama, kaki Baekhyun masih terasa dipaku dan tak bisa lari. Dia terlalu takut –tidak, melainkan dia tidak kuat dengan aroma darah yang begitu anyir.

“Kenapa kau diam saja, hmm?” tanya Luhan seraya satu tangannya mengelus pipi Baekhyun. Baekhyun bergidik, darah memompa jantungnya lebih cepat dari sebelumnya. Apa yang terjadi sebenarnya?

“Kau bukan Luhan hyung!” sahut Baekhyun dan menepis tangan penuh darah itu dari pipinya yang menyisakan bercak merah disana. Luhan tertawa, lagi. Baekhyun mengernyitkan dahi, apa Luhan sama sekali tak merasa bersalah atas apa yang diperbuatnya? pikir Baekhyun.

Namun Luhan lebih cepat menahan lengan Baekhyun sehingga Baekhyun tak bisa lari darinya. Bibir mungil yang sebelumnya selalu menampilkan senyum mengerikan, kini melengkung ke bawah. Ada raut kesedihan dalam air mukanya. Melihat itu, Baekhyun merasa iba. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Luhan? Dia menjadi psycho dan lemah diwaktu yang sama.

“Aku sepertinya memang sedang dirasuki sesuatu, Baek. Apa kau mau mengusir sosok itu dari tubuhku?” Luhan menunduk, nada bicaranya menurun dan pelan nyaris berbisik –namun  Baekhyun masih dapat mendengarnya. Baekhyun mengangguk. Dan Luhan kembali memamerkan senyumnya, kali ini senyum manis yang terukir diwajah kecilnya.

 

“Kiss me, Baekhyun..”

 

Baekhyun terlonjak, tubuhnya terdorong ke belakang –menabrak  dinding di belakangnya– dan suara jeritnya tertahan ditenggorokan. Apa dia gila? Baekhyun lagi-lagi tak habis pikir. Permintaan gila macam apa itu? Hei, Baekhyun itu laki-laki manly, kalian tahu! Luhan juga laki-laki. Mereka juga bukan seorang gay, tapi kenapa permintaan itu begitu mudah keluar dari mulut Luhan?

“Kau gila, hyung.” Baekhyun berdecih, namun Luhan menambah mimik sedih di wajahnya, membuat Baekhyun semakin merasa iba padanya. Dengan terpaksa Baekhyun harus melakukannya. Dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan. Tapi semakin dia mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan, semakin kuat juga bau anyir darah yang terdapat di setiap inci wajah Luhan.

Rasanya mual, tapi jika untuk kebaikan –mengusir sosok jahat itu dari tubuh Luhan– kenapa tidak?

Semakin tipis jarak diantara mereka sehingga di detik kemudian tahu-tahu saja bibir mereka sudah menempel. Baik Luhan maupun Baekhyun belum melumat satu sama lain. Baekhyun tampak tulus memberikan ciuman itu. Namun tidak dengan Luhan, lelaki manly tapi cantik itu tengah tersenyum remeh disela ciuman mereka. Pisau yang sedari dipegangnya kini dia arahkan ke perut Baekhyun. Dan tak butuh lama baginya untuk menancapkan benda tajam itu di perut Baekhyun.

“Aasshh..” Terdengar desahan panjang dari mulut Baekhyun dan tahu-tahu saja laki-laki berwajah baby face itu sudah menutup matanya, tubuhnya terjatuh dipangkuan Luhan dan ada bercak merah disekitar perutnya serta sebilah pisau yang masih menancap di perutnya. Luhan tersenyum remeh.

 

“Maafkan aku, Baekhyun. Sebenarnya aku tak dirasuki apapun –Aku hanya.. ingin melukis di tubuhmu, juga.”

—fin—

Note: Aduh ini fic apa coba ;;__;; ya karena ini ff thriller-thriller gitu/? jadi publish nya pas malem, hoho~ dan maaf ini agak yaoi-ya? Idenya mengalir begitu saja >< This is my first fanfic here.. uhm aku ga pinter basa-basi. So, semoga suka and ENJOY all! 🙂

16 thoughts on “Heartless

  1. ini cerita psycho kedua yang bikin aku bengong setelah ceritanya penulis favorite-ku, Tasaro GK. aaah sukses ya kamu bikin aku bengong hehe tapi kurang serem. harusnya di gambarin juga scene gimana si gege ngelukis biar dagdidugnya tambah mantap. awalnya aku emang bener-bener berharap ada scene ngelukis itu, kayaknya keren. tapi sumpah ini keren abis ih. kamu bisa banget sih ((:

    • Hehe Tasaro GK? Duh asing banget bagiku XD #dorr
      eh buat masalah scene ngelukisnya itu aku masih takut-takut gimana gitu/? tapi okelah lain kali aku coba 😀 eh kak jangan bengong nanti kenapa-kenapa/? lohh~ hehe kidding xD

      okeoke kak, makasih atas pujiannya yaa~ c:

  2. Luhan, yaampun……..

    Ini thrillernya dapet banget, aku kira melukis itu maksudnya tato karena di posternya juga luhan bertato /? eh, nggak taunya…. /bayangin sendiri/

    Tapi ini serius keren banget. Singkat, tapi padat gitu jadi bener-bener ngebawa suasana hahaha^^ keep writing ya, syifaa! ditunggu ff yang lainnya 🙂

    • Aigoo kak red ><

      Makasih loh pujiannya~ hehe iya itu aku ga sengaja nemu pic luhan yg bertato/? cie yg salah perkiraannya ya XD bukan ngelukis tato tapi … /ya begitulah kan tau sendiri xD

      Bagus lah kalo feelnya dapet XD okeoke, ditunggu aja ya kak~ c:

  3. One word: awesome! Sumpah, demi apa! Cuma ga nyangka aja Luhan bisa sebegitu heartless-nya, bahkan sama Baekhyun. Aku kira Baekhyun diundang ke rumahnya itu cuma sebagai teman atau apalah itu tp ternyata dijadikan korban Luhan jg 😮

    Syifa, fic-mu ini keren pake banget! Ditunggu karya lainnya ya. Semangat! ❤

  4. Kok ngga rela kalo Luhan jadi bengis gitu TT

    Meski gitu ini keren kok ff nya! Aku bener2 ga ngira kalo ternyata Luhan itu psycho dan.. rumahnya kececeran darah? Kalo aku jadi Bekyun sih, mending mati gara2 kekenyangan disuapin bakpao sama abang Baozi daripada ditusuk tapi dikasih bonus cium xD

    Ditunggu karya karya kerennya ya kak. Semangat! ♥

    • Hehe iya aku juga garela, tapi nemu pict luhan begitu /liat cover atas/ jadi ada ide buat biking luhan begini XD

      Iya, kan udah ada di genrenya, psycho~ c:
      okeoke, makasih udah comment ya! semangat juga buat bikin artnya yo~ 🙂

      • Picnya bikin puasa batal o.O

        Haha iyaa. Tapi aku ngga tau kalo alurnya bakal terlalu ngeri gini xD

        Ok sama2 🙂

        • Ga bikin batal puasa kok, kecuali kalo aku ngasih pic luhan solo stage waktu di TLP, baru batal puasanya XD

          Wahh terlalu ngeri ya? aku malah kurang ngeri pas nulis fic ini 😮

  5. Aaah~ ini keren banget chingu >,< idenya unik, endingnya gak ketebak. Gak nyangka bgt luhannya psycho begitu hiii ngeriii haha. Ditunggu ff selanjutnya yaaa ^^

    • Endingnya ga ketebak? Hoho berarti aku berhasil yaa :3
      Hehe oh ya kak zulfa kan ya? 😀 makasih loh udah comment~
      kapan” aku baca yg punya kakak juga deh, hihi XD

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s